14 October 2019

Garuda Indonesia Kehilangan Direktur Utama

Konfrontasi - Acara RUPS PT Garuda Indonesia menjadi momen perpisahan bagi Emirsyah Satar. Dia segera meninggalkan kursi Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk.

Pernyataan pengunduran diri tersebut akan digelar dalam jumpa pers pukul 11.00 WIB hari ini atau sehari sebelum RUPS Garuda.

Alumnus Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia ini memimpin maskapai penerbangan nasional pelat merah itu sejak 2005. Ia berhasil mengubah Garuda menjadi maskapai kelas dunia.

Awal karier Emir dimulai sebagai seorang auditor di kantor akuntan publik PriceWaterhouse Coopers pada 1983. Pekerjaan ini dia lakukan sebelum menyelesaikan kuliahnya pada 1985.

Setelah dia menyelesaikan studinya, dia kemudian menggunakan bekal ilmu akutansinya untuk bekerja sebagai Assistant of Vice President of Corporate Banking Group Citibank tahun 1985.

Emirsyah meninggalkan dunia perbankan saat dipercaya menjabat Direktur Keuangan Garuda Indonesia pada 2003. Saat itu, dia sukses menakhodai restrukturisasi utang Garuda.

Dunia perbankan ternyata tetap menjadi pelabuhan berikutnya. Pada tahun 2003-2005 dia menjabat sebagai Wakil Direktur Utama PT Bank Danamon Indonesia Tbk. Dia juga pernah bekerja menjadi Presiden Direktur PT Niaga Factoring Corporation.

Baru pada 2005, pemerintah mempercayainya untuk menjadi Dirut Garuda Indonesia sampai sekarang. Kariernya di Garuda cukup cemerlang. Maskapai milik pemerintah ini pun semakin menancapkan kukunya sebagai national flag carrier yang disegani.

Garuda pun semakin membubung dan menggapai status sebagai maskapai penerbangan bintang empat, dan berupaya menembus jajaran maskapai bintang lima.

Tak hanya itu, di bawah kepemimpinannya, Garuda kembali menerbangi langit Eropa. Sebelumnya, selama kurun 2007-2009, negara-negara Uni Eropa menutup wilayah udara mereka dari pesawat-pesawat milik maskapai asal Indonesia, karena alasan rendahnya tingkat keselamatan penerbangan.

Namun, Garuda dipandang telah mengalami perubahan dramatis. Garuda melakukan pembaruan secara ekstensif dan pengukuran perbaikan layanan untuk kembali meraih kepercayaan dari penumpang ataupun regulator keselamatan penerbangan.

Tahun ini, Skytrax bahkan menempatkan Garuda Indonesia dalam 10 besar maskapai terbaik di dunia, tepatnya di posisi ketujuh. Tak hanya itu, Garuda juga memperoleh predikat sebagai maskapai dengan awak kabin terbaik di dunia.

Prestasinya memimpin Garuda membuat sejumlah lembaga mengganjarnya dengan berbagai penghargaan. Di antaranya sebagai CEO Terbaik 2013, CEO BUMN Inovatif Terbaik 2012, Indonesia Most Admired CEO 2013, dan CEO Inovatif untuk Negeri.

Prestasi Emirsyah pun diakui di kancah internasional, di antaranya Asia Pacific Entrepreneurship Award 2014, dengan kategori “Outstanding Entrepreneurship”.

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...