13 December 2019

Gara-gara Kabinet JK-Jokowi, Rupiah Ambruk

KONFONTASI - Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Senin sore, melemah 28 poin menjadi Rp12.097 dibandingkan posisi sebelumnya Rp12.069 per dolar AS.

Analis Platon Niaga Berjangka Lukman Leong mengatakan mata uang rupiah berbalik arah ke area negatif setelah sempat menguat pada perdagangan sesi pagi menyusul antisipasi pelaku pasar uang terhadap arah program-program kementerian ke depannya.

"Paparan rencana kerja kementerian ke depan yang sedang ditunggu pasar," ujarnya.

Analisa dan  riset PT Mandiri Sekuritas menyebutkan, beberapa kritik terhadap pemilihan Sofyan Djalil sebagai menko Perekonomian dan Bambang Brodjonegoro sebagai menteri Keuangan menjadi lack the wow factor. "Namun, menurut kami hal itu bukan hambatan terhadap pemerintahan yang efektif," kata riset Mandiri. Rini Sumarno dan Sudiarman Said juga dinilai publik maupun pasar tidak kredibel dan disambut dingin.

Sementara Bambang Brodjonegoro adalah ahli dalam anggaran negara, dan tugas besar selanjutnya untuk Jokowi adalah rancangan anggaran pendapatan belanja negara (RAPBN) 2015. Adapun Sofyan Djalil telah memperkenalkan praktik market-friendly dalam masa tugasnya sebagai menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Pemilihan Sudirman Said sebagai menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) juga menuai kritik besar. Dia dianggap dekat dengan Ari Soemarno kakak Menteri BUMN yang baru Rini Soemarno, dan dekat dengan pendiri PT Medco Energi Tbk Arifin Panigoro. Meski demikian, riset Mandiri menyebitkan, realisasinya bertolak belakang karena Sudirman Said adalah salah satu pendiri Masyarakat Transparansi Indonesia, yang dikenal fokus pada corporate governance.

Sikap dingin para pengamat menyambut kehadiran tim ekonomi dalam Kabinet Kerja 2014-2019 menjadi sorotan utama berbagai media nasional hari ini, Senin (27/10/2014) selain isu pro dan kontra mengingat  ada kalangan yang puas dan tidak puas dengan susunan kabinet meski disebut bersih dari kasus hukum.

Berikut ini ringkasan berita-berita utama media Ibu Kota:

Tim Ekonomi Disambut Dingin  
Sejumlah pengamat menyambut dingin tim ekonomi dalam Kabinet Kerja 2014-2019. Mereka menilai tim ekonomi di bawah ekspektasi. Namun demikian, ada kesempatan untuk membuktikan kemampuan kerja dalam 100 hari pertama. Sejumlah menteri dinilai cukup, namun beberapa di antaranya kurang cakap (KOMPAS).

Pasar Pro-Kontra Sambut Tim Ekonomi Kabinet
Kehadiran menteri kabinet Jokowi-Jk masih menimbulkan pro dan kontra. Ada yang puas dengan susunan kabinet, tapi sebagian lagi kurang sreg dengan menteri pilihan tersebut, termasuk menteri bidang ekonomi. Meski Jokowi-JK disebut cepat dalam bekerja, namun anggota kabinet diyakini tidak secepat presidennya dalam bekerja

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...