23 October 2018

Farouk Muhammad: Kebijakan Jokowi Naikan Harga BBM Kurang Sosialisasi

KONFRONTASI - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Farouk Muhammad mengatakan bahwa sebelum mengambil suatu kebijakan, seharusnya pemerintah mempersiapkan sosialisasi yang matang kepada seluruh masyarakat, agar tidak menimbulkan reaksi negatif.

Hal ini, menurut Farouk, didasari dengan keputusan pemerintah yang menurunkan subsidi bahan bakar minyak (BBM) melalui cara menaikkan harga BBM. Akibatnya, tidak sedikit masyarakat yang kontra terhadap kebijakan tersebut.

"Saya hanya melihat dari faktor non ekonomi, yang menuai banyak sekali reaksi negatif. Ini, yang saya sesalkan. Kalau memang pemerintah punya konsep yang baik sekali, mekanismenya kenapa tidak disiapkan dulu, agar masyarakat siap menerima dengan baik dari kebijakan yang dibuat," ujarnya di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis 20 November 2014.

Mantan Gubernur Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) itu menyarankan, agar pemerintah lebih memperhatikan sektor transportasi yang memiliki dampak luas kepada masyarakat.

"Pemerintah harus memperhatikan transportasi umum, seperti angkutan kota kan banyak hal-hal yang berpengaruh. Mudah-mudahan, pemerintah akan mempertimbangkan kembali suatu perlakuan khusus kepada mereka," tuturnya.

Selain itu, dia berharap, untuk selanjutnya, pemerintah harus melakukan pendekatan dalam hal sosialisasi yang lebih efektif untuk membangun tingkat kesadaran masyarakat dalam mengambil kebijakan yang berkaitan dengan kesejahteraan masyarakat.

"Dalam mengambil suatu keputusan, pemerintah harusnya memperhitungkan kalkulasi risiko. Dan menyikapi reaksi negatif seperti ini, pemerintah sudah harus siap, karena ini soal ketidakpahaman adanya perubahan," tambah Farouk.[viva]

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...