11 December 2018

Exxon Mobil Corp, Produsen Minyak Terbesar Dunia Investasi US$ 20 Miliar di AS

KONFRONTASI -   Exxon Mobil Corp, produsen minyak terbesar dunia memenuhi janjinya untuk meningkatkan belanja modal. Exxon akan berinvestasi di Amerika Serikat (AS) dengan memperluas pabriknya sampai tahun 2020 dengan menggelontorkan investasi sebesar US$ 20 miliar.

Chief Executive Exxon Darren Woods menyatakan komitmen investasinya pada pidato di CERAWeek yakni pertemuan terbesar eksekutif bisnis energi dunia. Woods bilang, perusahaannya akan memperluas pabrik kimia dan penyulingan minyak di pantai teluk AS atau biasa disebut Gulf Coast.

Sebenarnya, perluasan pabrik telah dimulai sejak tahun 2013. Tapi ruang lingkup proyek terus dikembangkan dengan waktu lebih panjang.

"Exxon akan membangun pembangkit tenaga listrik manufaktur di sepanjang Gulf Coast AS. Bisnis ini akan memanfaatkan revolusi teknologi untuk memproduksi bahan bakar bersih dan lebih hemat energi," terang Woods seperti dikutip Reuters, Selasa (7/3).

Pabrik yang berada di garis pantai Texas dan Louisiana tersebut akan memanfaatkan gas alam murah untuk memproduksi plastik dan bahan kimia untuk pasar ekspor. Ia mengklaim pasokan gas alam melimpah dan permintaan pasar pun tinggi.

Belum lama ini, Exxon telah berjanji meningkatkan belanja tahunan sebesar 16% untuk memperluas operasi bisnisnya, terutama untuk memproduksi alam. Keputusan menaikkan belanja modal berkaca pada laba kuartalan yang lebih baik diraih Exxon, plus adanya kenaikan harga minyak dunia.

Sebagian besar ekspansi akan berlangsung di Texas dan rencana untuk memperluas produksi polyethylene dan kapasitas penyulingan minyak untuk ekspor gas alam. Perusahaan juga akan meningkatkan kapasitas produksi pelumas dan berpotensi membangun kilang baru.

Keringanan pajak

Langkah Exxon untuk berinvestasi di AS membuat girang Presiden AS Donald Trump. Ia menyebut Exxon sebagai contoh dari kisah sukses sejati Amerika. "Inilah bentuk investasi untuk membangun ekonomi, menciptakan lapangan kerja dan membantu Amerika untuk kembali bekerja," ujar Trump.

Atas rencana investasi jumbo Exxon, Pemerintah AS memberikan keringanan pajak. Jurubicara Gedung Putih Sean Spicer mengatakan, Exxon menepati janjinya kepada Presiden untuk berinvestasi besar di AS sehingga akan ada relaksasi peraturan yakni keringanan pajak.

Gambaran saja, laba Exxon masih turun 51% menjadi US$ 7,8 miliar pada tahun lalu. Perusahaan ini memiliki ladang gas yang belum dikembangkan di Pegunungan Rocky, AS senilai US$ 2 miliar. Asal tahu saja, komitmen Exxon tak lepas dari hubungan dan dukungan perseroan terhadap Trump. Mantan CEO Rex Tillerson bahkan terpilih sebagai Menteri Luar Negeri AS.(Juft/Kontan)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...