21 September 2019

Emas Tembus US$ 1.250 sepekan menjelang pengumuman suku bunga AS

KONFRONTASI  -   Setelah mencapai level resistance kuat pada penutupan perdagangan kemarin, harga emas hari ini berusaha memantapkan langkah untuk naik lagi. Kamis (13/12) pukul 7.55 WIB, harga emas untuk pengiriman Februari 2019 di Commodity Exchange berada di US$ 1.250,10 per ons troi.

Harga emas ini naik tipis dari penutupan Rabu (12/12) pada US$ 1.250 per ons troi. Kemarin, harga emas menguat 0,22% ke level US$ 1.250 dari sebelumnya US$ 1.247,20 per ons troi.

Pelemahan tipis kurs dollar Amerika Serikat (AS) terhadap mata uang utama dunia menyebabkan harga emas berupaya menembus level resistance. Dollar melemah setelah data menunjukkan bahwa laju inflasi AS bulan November tidak berubah dari bulan sebelumnya.

Laju inflasi yang stagnan ini mendukung pandangan bahwa kondisi inflasi membaik tapi tak cukup untuk mendorong Federal Reserve mengambil langkah kenaikan suku bunga yang agresif.

David Meger, director of metals trading High Ridge Futures mengatakan, harga komoditas menguat karena pelemahan dollar. "Selain itu, ada arus dana keluar dari pasar saham yang mengalir ke aset alternatif," kata Meger seperti dikutip Reuters.

Meger menambahkan, komentar terkini para pejabat The FEd soal perubahan langkah suku bunga menjadi penyokong harga emas. Pasar memperkirakan, bank sentral AS hanya akan menaikkan suku bunga sekali di tahun depan setelah kenaikan suku bunga pada pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) pekan depan.

"FOMC pekan depan akan menjadi event ekonomi utama terakhir tahun ini. Pasar emas mulai memasukkan faktor tersebut dengan asumsi kenaikan suku bunga," kata Ole Hansen, analis Saxo Bank.

Analis Commerzbank mengatakan, harga emas akan berkonsolidasi di bawah moving average 200 hari yang ada di sekitar US$ 1.255.(Jft/.KONTAN)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...