22 September 2019

Dollar AS Siap Tembus Rp15.000 meski BI Intervensi di atas US$6 Milyar. Teknokrasi Kepemimpinan Rizal Ramli (Capres Rakyat) adalah Solusi

KONFRONTASI-  Masyarakat dan bangsa Indonesia harus menyadari bahwa teknokrasi ekonomi  oleh Rizal Ramli sebagai capres rakyat adalah kunci memecahkan masalah ekonomi yang ribet, ruwet dan mengancam pemerintah Jokowi-JK, bangsa dan dunia usaha.. Dolar AS sudah siap  tembus Rp14.000 menuju Rp15.000  meski ada intervensi dari Bank Indonesia (BI) yang mencapai US$6 milyar. Intervensi BI inilah yang masih membuat rupiah bertahan di Rp14.000/USD saat ini, dan itupun sudah lampu merah karena sudah mengarah Rp15.000.. Artinya, Jokowi-JK dinilai gagal total dan sebaiknya mundur saja, atau tidak nyapres lagi 2019 karena sama saja negara bangsa ini bunuh ini secara ekonomi. Selain kegagalan tata kelola ekonomi domestik oleh Sri Mulyani dan Darmin Nasution cs, naiknya suku bunga Fed AS makin memperparah kondisi rupiah. Fenomena Jokowi sama dengan Gorbavhev di Rusia yang populer, namun gagal ekonomi di dalam negeri.

‘’Jokowi-JK sebaiknya mundur atau tidak usah nyapres lagi karena ekonomi RI dibawa bunuh diri,’’ kata peneliti Darmawan Sinayangsah dari Freedom Foundation dan Reinhard MSc dari The New Indonesia Foundation.

Secara finansial, Indonesia cukup bermasalah. Lantaran, obligasi yang diterbitkan pemerintah senilai mencapai lebih dari  Rp 1000 triliun, sebanyak lebih dari  50 persen dikuasai asing. “Ini akan menjadi bom waktu, karena semua dibiayai asing,” imbuh Darmawan..

 

Selain itu, sektor impor ekspor kita juga dikuasai asing dan di pasar modal juga dikuasai asing. “Kalau  sebagian atau semuanya keluar dari Indonesia, maka akan terjadi krisis ekonomi, meski mungkin  tak separah seperti 1998,namun sangat menyakitkan rakyat. Transaksi saham negatif karena dikuasai asing. Defisit APBN digaet utang, dengan bond yang dikuasai asing,” ujarnya.

Merujuk kajian Rizal Ramli, ekonom senior dan mantan Menko Ekuin, Darmawan dan Reinihard mengungkapkan, faktor kelemahan ekonomi di dalam negeri akibat salah urus dan tidak prudent oleh Tim Ekuin Kabinet, menjadi faktor menonjol yang menyebabkan rupiah ambruk, ekonomi terpuruk.

“Kalau kita lihat indikator hari-hari ini account defisit, primary balance defisit, service payment defisit ditambah faktor The Fed dan sudah jebol dua bulan dolar AS capai Rp 15 ribu, tapi Bank Indonesia sudah intervensi total US$ 6 -9 miliar. Makanya tertahan untuk sementara,  dan tugas  RR sebagai  negarawan kita untuk benerin, untuk benahi ekuin yang buruk  itu,” kata para analis itu merujuk pada negarawan RR yang mampu memberi solusi..

 

Lembaga pemeringkat internasioal Standard and Poor’s (S&P) Global Ratings mengingatkan otoritas untuk memantau pelemahan nilai tukar rupiah yang sudah mengarah ke level 15 ribu per dolar Amerika Serikat (AS). Sebab, depresiasi cepat ke level tersebut bisa berdampak turbulensi terhadap kegiatan bisnis.

“Untuk rupiah, kami telah mengestimasi, pelemahan rupiah ke arah Rp 15 ribu harus diawasi,” kata Direktur Senior S&P Global Ratings Xavier Jean di Hotel Ritz-Carlton, Jakarta, Senin (13/2). “Level 15 ribu adalah level yang harus diperhatikan karena level Rp 15 ribu adalah turbulensi yang nyata,” ucapnya.

Peneliti LSI Adjie Alfaraby mengatakan dalam hasil temuan Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Jokowi dinilai gagal dalam pengelolaan ekonomi, isu agama (Islam) dan lapangan kerja . Menurutnya, isu ekonomi dan soal agama diperkirakan bisa jadi senjata lawan politik Jokowi untuk menggerus elektabilitasnya.

“Isu ekonomi kita lihat psikologi umum publik resah dengan kondisi ekonomi yang sulit,” kata peneliti itu. (ff)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...