22 January 2019

Ditjen Migas: Setoran Migas 2018 Lompati Target Hampir 100%

KONFRONTASI -  Direktorat Jenderal (Ditjen) Minyak dan Gas Bumi (Migas), mengumumkan penerimaan migas 2018 mencapai Rp228 triliun. Di atas target APBN 2018 sebesar Rp125 triliun. Wow, kenaikannya hampir 100%.

"Kita sudah mencapai Rp228 triliun sehingga angka persennya 182 persen," ujar Direktur Jenderal Migas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Djoko Siswanto di Jakarta, Jumat (11/1/2019).

Total penerimaan migas sebesar Rp228 triliun itu, terdiri dari Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp163,4 triliun. Atau 72% dan PPH Rp64,7 triliun atau 28%.

Berdasarkan data Kementerian ESDM, total penerimaan 2018 meningkat dibandingkan 2017 yang mencapai Rp138 triliun, serta 2016 sebesar Rp85 triliun.

Sedangkan untuk investasi migas pada 2018, mencapai US$12,5 miliar. Atau setara Rp175,7 triliun, meningkat dibandingkan investasi migas 2017 yang mencapai US$11 miliar, atau setara Rp154,5 triliun. "Investasi migas mencapai 12,5 miliar dolar AS," kata Djoko.

Total investasi migas pada 2018, terdiri dari US$11,88 miliar, atau setara Rp166,9 triliun dari sektor hulu. Dan sebesar US$620 juta atau sekitar Rp8,71 triliun dari sektor hilir.

Selain itu, bonus tanda tangan yang diperoleh pada 2018 mencapai Rp13,4 triliun, atau US$895,4 juta dari 36 blok migas dengan skema kontrak gross split.

Untuk realisasi anggaran migas pada 2018, mencapai Rp1,7 triliun, atau 90,32 persen. Di mana sebesar 84,6% untuk belanja publik fisik. "Untuk anggaran APBN sendiri tahun 2018 paling besar kita bisa menyerap 90,32 persen," ujar Djoko.

Terkait masalah regulasi, sepanjang 2018, Ditjen Migas menghapus 23 sertifikasi, perizinan atau rekomendasi serta mencabut atau merevisi 18 regulasi.(Jft/Inilah)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...