14 October 2019

Dipertanyakan Usulan Tax Allowance Sebesar 200-300 % Bagi Industri Berprientasi Vokasi dan Inovasi

KONFRONTASI -  Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri Kementerian Perindustrian,  Ngakan Timur mengakui bahwa usulan  tax allowance sebesar 200-300 % berasal dari Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartato bahwa industri yang bersedia membantu pengembangan pendidikan vokasi dan melakukan kegiatan inovasi berupa penelitian dan pengembangan didalam negeri akan mendapatkan insentif pajak atau tax allowance sebebsar 200%-300%.

Namun informasi tersebut dinilai oleh salah satu perusahaan melalaui Corporate Social Responsibility (CSR) menjadi bomerang karena informasi yang sudah di gulirkan dari tahun 2018 hingga saat ini masih dipertanyakan kepastiannya. Bahkan, pihak CSR mengaku bingung ketika sejumlah Kepala Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) menanyakan kontribusi perusahaan kepada SMK.

Menurut pihak CSR yang tidak mau menyebutkan nama perusahaannya, menanyakan adanya  surat pendukung dari Pemerintah karena pada dasarnya perusahaan sangat siap mendukung SMK untuk memberikan pelatihan, pembinaan, penyediaan alat industri  hingga kegiatan permagangan.

“Kami seh siap saja support SMK tapi kita kan butuh kepastian legal formal dari pemerintah  agar menjadi pijakan kami, yang dikhawatirkan sudah bantu sekolah dengan dana yang begitu banyak dan saat kami bayar pajak ternyata tidak terjadi pemotongan pajak, ini kan bisnis masa tidak ada win win solution, jangan cuma bisa wacana lah,” ungkap salah satu CSR perusahaan. 

Seperti diketahui sebelumnya,  Menperin Airlangga Hartato menjelaskan bahwa bila sebuah perusahaan bekerjasama dengan SMK untuk memberikan pelatihan dan pembinaan dan penyediaan alat industri menghabiskan biaya Rp 1 miliar, pemerintah akan memberikan potongan pajak penghasilan (PPh) kepada perusahaan tersebut. Bahkan Ngakan Timur mengungkapkan bagi perusahaan yang mengembangkan kegiatan inovasi di dalam negeri. Mereka akan mendapatkan potongan hingga 300% dari Pph yang harus dibayarkan kepada pemerintah. 

Beritabuana.co menelusuri jejak digital menemukan bahwa pihak Kemenkeu sebelumnya memberi sinyal positif gagasan Menperin. Hal ini disampaikan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani saat Rakernas 2018 Kementerian Riset dan Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) di Universitas Sumatera Utara (USU) pada 17 januari 2018 lalu menyatakan siap memberi potongan PPh yang lebih besar bagi kalangan pengusaha yang membantu dibidang riset. Untuk itu, pemerintah sangat berharap ada kontribusi dari kalangan swasta pada pendanaan ini.

Sebagai imbal baliknya, pemerintah siap memberikan insentif cukuop besar pada PPh. Bahkan jika dianggap insentif yang diberikan saat ini kecil, pemerintah siap mengevaluasinya. 

Usulan tax allowance mendapatkan ragam tanggapan dari pihak CSR bahwa kepastian dari usulan tersebut sangat ditunggu pihak perusahaan karena banyak dari para Kepala Sekolah SMK yang menagih janji kepada pihak perusahaan.  Seyogyanya para Kepala Sekolah SMK mengkonfirmasi usulan pemerintah terkait insentif tax allowance agar tidak dinilai hanya janji manis dari pemerintah khususnya dari Menperin Airlangga Hartato sehingga sinergi dari Perusahaan, SMK dan Pemerintah berjalan dengan baik. (jft/B.Buana)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...