23 October 2019

Dinamika Harga Minyak Mentah: Stok AS Naik Tak Terduga, Harga Minyak pun Turun

KONFRONTASI -   Harga minyak mentah bergerak ke posisi yang lebih rendah pada perdagangan pagi ini, Rabu (1/8/2018), menyusul laporan industri yang menunjukkan kenaikan mengejutkan pada stok minyak mentah Amerika Serikat (AS).

Berdasarkan data Bloomberg, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman September diperdagangkan di level US$68,33 per barel pada pukul 16.39 sore waktu setempat, setelah berakhir di posisi 68,76 per barel di New York Mercantile Exchange pada perdagangan Selasa (31/7/2018). Total volume yang diperdagangkan mencapai sekitar 35% di bawah rata-rata 100 hari.

Adapun harga minyak Brent untuk pengiriman September, yang berakhir Selasa (31/7), ditutup turun 72 sen di level US$74,25 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London. Minyak mentah acuan global ini diperdagangkan premium US$5,49 terhadap WTI September. Minyak Brent untuk kontrak Oktober yang lebih aktif dilaporkan turun US$1,34 dan berakhir di posisi 74,21.

Harga minyak di New York turun setelah American Petroleum Institute (API) dikabarkan melaporkan peningkatan jumlah persediaan minyak mentah AS sebesar 5,59 juta barel pekan lalu. Padahal, survei Bloomberg terhadap sejumlah analis memprediksikan penurunan stok sebesar 3 juta barel.

“Ukuran kenaikan itu mengejutkan bagi saya,” kata James Williams, presiden perusahaan riset energi WTRG Economics, dikutip Bloomberg.

Sementara itu, stok di pusat penyimpanan Cushing di Oklahoma turun 500.000 barel pekan lalu, menurut perkiraan yang dihimpun oleh Bloomberg.

Laporan API juga dikabarkan menunjukkan persediaan minyak distilasi naik 2,89 juta barel, pasokan bensin menyusut 791.000 barel, sedangkan persediaan Cushing turun untuk pekan kesebelas beruntun jika data Energy Information Administration mengonfirmasikannya pada hari ini.

Harga minyak acuan AS telah turun 7,3% pada Juli, penurunan bulanan terbesar sejak Juli 2016, setelah beberapa produsen terbesar, seperti Arab Saudi, terlihat meningkatkan tingkat pasokan. Penurunan itu diperparah pada Selasa (31/7) di tengah volume perdagangan yang rendah dan penguatan dolar.

Minyak mentah acuan AS turun pada Juli karena ketegangan perdagangan antara AS dan China sangat membebani pasar. Selain itu, produksi dari Arab Saudi dan Rusia melonjak.

Adapun produksi di AS tetap berada pada level rekornya. Konsultan JBC Energy memperkirakan bahwa Arab Saudi meningkatkan produksi sebesar 310.000 barel per hari menjadi 10,8 juta per hari pada bulan Juli.

“Terdapat kekhawatiran tentang kelebihan pasokan dengan OPEC. Mulai ada pula kekhawatiran tentang perlambatan atau minimnya pergerakan pada permintaan,” kata Ashley Petersen, analis minyak di Stratas Advisors. “Namun, volume rendah adalah indikasi dari musim panas yang lesu. Harga turun, tapi aktivitas sebenarnya belum setinggi itu.”(Jft/Bisnis)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...