24 February 2019

Di Awal Pekan Ini, IHSG Ditutup Melesat Tembus Rekor 6.689

KONFRONTASI -  Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka di zona positif membuka perdagangan di awal pekan ini. Penguatan IHSG berlanjut hingga akhir perdagangan sore ini hingga tembus rekor penutupan di 6.689.

Rekor ini hanya terpaut tipis dibanding rekor penutupan terakhir yang tercatat sebesar 6.680.

Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) siang ini berada di posisi Rp 13.560.

Pada perdagangan preopening, IHSG menguat ke level 6.610,921. Indeks LQ45 juga naik tipis 0,267 poin (0,02%) ke level 1.108,965

Membuka perdagangan, Senin (19/2/2018), IHSG menguat 27,3 poin (0,42%) ke level 6.618. Indeks LQ45 naik ke 1.147,770.

Pada pukul 09.05 waktu JATS, IHSG masih menguat 30,418 poin (0,46%) ke level 6.622,001. Sementara indeks LQ45 naik 5,691 poin (0,51%) ke 1.114,608.

Menutup sesi pertama perdagangan saham siang ini, IHSG masih menguat. IHSG naik 60,466 poin (0,92%) ke 6.652,049. Indeks LQ45 menguat 11,692 poin (1,05%) ke 1.120,609.

Penguatan masih berlanjut hingga akhir perdagangan. IHSG naik 97,704 poin (1,48%) ke 6.689,287. Indeks LQ45 naik 19.330 poin (1,74%) ke 1.128,247.

Meski tembus rekor penutupan, posisi IHSG tersebut juga lebih tinggi dari rekor perdagangan secara intraday di 6.686.

Penguatan IHSG didorong penguatan 10 sektor saham. Penguatan dipimpin oleh sektor industri dasar yang naik 2,99%. Sebanyak 263 saham menguat, 111 saham melemah dan 107 saham stagnan.

Perdagangan saham terpantau ramai dengan frekuensi perdagangan saham 384.811 kali transaksi sebanyak 12,0 miliar lembar saham senilai Rp 7,8 triliun. Posisi tertinggi yang sempat dicatatkan IHSG berada di 6.689,267 dan terendah di 6.607,907.

Sementara itu, Penutupan perdagangan akhir pekan lalu, Wall Street berakhir menguat dimana Dow Jones Industrial Average naik tipis 0,08% ke 25.219,38.

Indeks S&P 500 naik tipis 0,04% ke 2.732,22. Sedangkan Nasdaq turun 0,23% ke 7,239,46. Secara mingguan, tiga indeks saham utama Wall Street masih menguat. Dow Jones dan S&P naik 4,3%. Ini adalah kenaikan mingguan terbaik sejak 2016 dan 2013.

Sentimen negatif terhadap inflasi AS mereda. Secara bulanan, inflasi AS pada Januari 2018 naik 0,5% dibandingkan Desember 2017. Sementara inflasi tahunan AS naik 2,1% dibandingkan Januari 2017. Meski begitu, data penjualan ritel AS justru turun 0,3% dibandingkan bulan Desember tahun lalu.

Padahal, jika data tersebut positif bukan tidak mungkin nilai inflasi AS semakin meroket sehingga The Federal Reserve berpotensi menaikkan suku bunga acuan AS mencapai 4 kali.

Bursa-bursa Asia sore ini kompak berada di zona positif. Berikut situasi di bursa regional sore hari ini:
Indeks Nikkei menguat 685,230 poin (3,19%) ke level 22.149,211
Indeks Strait Times naik 44,370 (1,29%) ke level 3.487,880.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk jajaran top gainers di antaranya adalah, Metropolitan Kentjana (MKPI) naik Rp 1.475 ke Rp 32.475, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 1.300 ke Rp 81.925, Bank Central Asia (BBCA) naik Rp 800 ke Rp 24.250 dan Indah Kiat (INKP) naik Rp 775 ke Rp 9.400.

Sementara saham-saham yang masuk jajaran top losers adalah, Enseval Putra (EPMT) turun Rp 660 ke Rp 2.330, Asahimas (AMFG) turun Rp 175, Astra Agro (AALI) turun Rp 150 ke Rp 13.225 dan Grand Kartech (KRAH) turun Rp 90 ke Rp 2.470. (Jft/Dtk)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...