21 October 2019

Dana Kelolaan BNI Asset Management Tambah Rp1,46 Triliun selama Dua Bulan

KONFRONTASI - BNI Asset Management (AM) mencatat kenaikan dana kelolaan atau asset under management (AUM) sebesar Rp1,46 triliun selama dua bulan di 2017. Padahal pada akhir 2016, dana kelolaan BNI-AM baru sebanyak Rp15,52 triliun.

Presiden Direktur BNI-AM Reita Farianti mengungkapkan bahwa hingga 28 Februari 2017 dana kelolaan mencapai Rp16,98 triliun. Kondisi tersebut membuat posisi BNI-AM di dalam League Table Manajer Investasi menjadi peringkat lima, dari sebelumnya peringkat di akhir 2016.

"Produk unggulan yang menjadi penyumbang terbesar kenaikan peringkat ini adalah berasal dari produk Reksa Dana Pendapatan Tetap (BNI-AM Makara Investasi) dan Reksa Dana Pasar Uang," ujar Reita dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Selasa 14 Maret 2017.

Reksa Dana Pendapatan Tetap BNI-AM Makara Investasi, jelasnya, membukukan year to date (YTD) return per 13 Maret 2017 sebesar 2,24 persen. Sementara Reksa Dana Pasar Uang membukukan YTD return per 13 Maret 2017 sebesar 1,28 persen.

"Ini tidak lepas dari strategi perusahaan yang tercermin dari Corporate Roadmap 2014-2018 yang selalu mengedepankan peningkatan kuantitas dan kualitas. Peningkatan kuantitas terbukti dari peningkatan AUM tersebut sebesar 35 persen dari 2015 sampai 2016, yaitu melalui strategi penjualan kepada Investor Institusi skala besar maupun penambahan Agen Penjual baik bank maupun non-bank untuk Investor Ritel," papar dia.

Sedangkan peningkatan kualitas dari peningkatan pendapatan perusahaan yang diperoleh dari pengelolaan produk-produk bermarjin tinggi seperti Reksa Dana Saham, Campuran maupun Penyertaan Terbatas.

Di akhir 2016, dana kelolaan Reksa Dana Saham BNI-AM meningkat sebesar 172 persen dibanding tahun sebelumnya. BNI-AM juga memperoleh peningkatan pendapatan manajer investasi yang cukup signifikan yaitu sebesar 125 persen dari 2015 ke 2016 dan mengalami pertumbuhan Noa (Number of Account) dengan jumlah Investor Ritel sebanyak 100 persen dan Investor Institusi 29 persen.

"Sehingga secara keseluruhan total pertumbuhan Klien BNI-AM di akhir 2016 sebesar 100 persen. Ini karena BNI-AM terus meningkatkan kerja sama sinergi antar Grup Bank Negara Indonesia (BNI)," tutur Reita.

Sinergi tersebut diyakininya mampu menimbulkan potensi-potensi bisnis sehingga mampu mendorong pertumbuhan BNI-AM. Ini terlihat dari perkembangan dana kelolaan dari Grup BNI sebesar 46 persen di akhir Desember 2016.

"Sehingga kontribusi total dana kelolaan yang berasal dari grup BNI di BNI-AM, meningkat dari 30 persen di 2015 menjadi 34 persen di 2016. Sinergi yang semakin kuat dengan Grup BNI juga mendorong berbagai pencapaian yang telah diraih oleh BNI-AM. Dalam jangka panjang ke depannya, melalui sinergi yang makin kokoh BNI-AM mengharapkan 80 persen bisnis akan berasal dari sinergi Grup BNI," harap Reita.

Strategi BNI-AM ke depan adalah Go Digital melalui sistem online platform, sehingga Reksa Dana BNI-AM diharapkan dapat diakses oleh seluruh nasabah BNI dari internet banking maupun mobile banking BNI. Hal ini sejalan dengan peningkatan kualitas di berbagai lini bisnis dan operasional BNI-AM secara cepat dan tepat dan memaksimalkan sinergi dengan Bank BNI yang mengedepankan Digital Banking.

Direktur Investasi dan Teknologi  BNI Asset Management Isbono M.I. Putro mengakui bahwa pada tahun ini perseroan dibayangi risiko yang cukup tinggi akibat perekonomian dunia yang masih dianggap tidak stabil.

"Risiko politik di Eropa dan risiko kebijakan ekonomi Amerika akan menjadi faktor utama volatilitas pasar di 2017. Oleh sebab itu, alokasi portofolio inti akan diarahkan ke sektor domestik guna meminimalisasi efek global seperti sektor konsumer dan infrastruktur," tutup Isbono. [ian/mtv]

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...