13 December 2019

BPJT: Pengelolaan Rest Area Kunci Sukses Arus Balik

Konfrontasi - Pengelola rest area menjadi kunci mengurai kepadatan pada masa arus balik Lebaran 2019 yang waktunya relatif terbatas. Keberhasilan rekayasa lalu lintas seperti one way dan contra flow juga ditentukan keberhasilan manajemen rest area.

Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) telah menginstruksikan kepada Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) untuk melakukan rekayasa dengan buka-tutup rest area sesuai kondisi lalu lintas dan daya tampung parkir di dalamnya. Dari data PT. Jasa Marga memperlihatkan bahwa jumlah arus balik pada H+1 baru sekitar 20% yang telah kembali menuju wilayah Jakarta/Jabodetabek. Oleh karena itu mobilitas.

“Hasil evaluasi hingga H+1 memperlihatkan bahwa pengelolaan rest area di KM 70 hingga KM 29 akan menjadi kunci kesuksesan mobilitas arus balik. Oleh karena itu Kami menginstruksikan BUJT dan pengelola rest melakukan langkah-langkah optimalisasi pelayanan tempat istirahat,” kata Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Danang Parikesit, dalam keterangannya, di Jakarta, Minggu (9/6/2019).

Langkah-langkah yang dilakukan untuk menghindari terjadinya kemacetan arus lalu lintas akibat rest area adalah pertama, meningkatkan ketersediaan ruang parkir dalam rest area dengan memanfaatkan berbagai ruang yang ada di wilayah rest area.

Kedua, memberikan informasi ketersediaan ruang parkir (sisa jumlah kendaraan yang bisa ditampung) melalui papan informasi, audio, media visual dan lainnya sebelum ramp atau masuk rest area.

Ketiga, mengurangi antrian di mulut rest area dengan sesegera mungkin memasukan kendaraan ke dalam rest area apabila kapasitasnya tersedia, sehingga mengurangi antrian di badan jalan tol atau di bahu jalan tol.

Keempat, memberikan himbauan pada pengguna rest area untuk mengurangi waktu tinggal untuk memberi kesempatan kepada saudara-saudara pengguna tol lain memanfaatkan fasilitas rest area. Utilisasi rest area bisa ditingkatkan dengan mengurangi waktu tinggal kendaraan di lokasi tersebut. Maksimal waktu tinggal di rest area 30-45 menit saja.

Kelima, pengelola rest area bekerjasama untuk mendorong pemanfaatan rest area di KM 70 - KM 414 sehingga mengurangi kebutuhan tidak mendesak penggunaan rest area KM 29 - KM 70.

Keenam, mematuhi perintah Korlantas Polri dalam pengaturan manajemen lalulintas dan peningkatan keselamatan, termasuk kebijakan buka-tutup rest area secara situasional tertantung dari kapasitas parkirnya. (oke/mg)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...