24 May 2019

Bank NTB Kurang Modal, Pemprov Jual Aset

Konfrontasi - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat akan menjual beberapa aset untuk dijadikan sebagai dana penyertaan modal daerah guna mencukupi modal inti PT Bank NTB sebesar Rp1 triliun.

"Beberapa aset akan dijual, salah satunya gedung Dharma Wanita di Jalan Udayana Mataram, yang selama ini kurang dimanfaatkan," kata Komisaris PT Bank NTB Sulhan pada rapat kerja Forum Koordinasi Dewan Komisaris dan Pengawasan Bank Pembangunan Daerah di kawasan wisata Senggigi, Kabupaten Lombok Barat, Kamis (4/12).

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mewajibkan PT Bank NTB untuk memenuhi modal inti sebesar Rp1 triliun hingga 2016 agar bisa masuk kategori bank umum kegiatan usaha dua (Buku 2), sehingga bisa mengembangkan bisnisnya menjadi lebih luas.

Saat ini, PT Bank NTB hanya bisa menghimpun dana pihak ketiga dan menyalurkan kembali kepada masyarakat dalam bentuk kredit karena masih dalam kategori Buku 1.

Sulhan menyebutkan, modal yang dimliki perusahaannya saat ini baru mencapai Rp623 miliar, namun ditargetkan pada akhir 2014 bertambah menjadi Rp708 miliar melalui penyertaan modal Pemerintah Provinsi NTB selaku pemegang saham mayoritas dan dari penyertaan modal 10 kabupaten/kota.

"Program pemenuhan modal inti sudah dilakukan. Kami dari PT Bank NTB sudah berkoordinasi gubernur para bupati/wali kota, bahkan Ketua DPRD," ujar Sulhan.

Kepala Kantor Perwakilan OJK NTB Yusri menambahkan, pihaknya memberikan beberapa opsi kepada PT Bank NTB dalam rangka memenuhi modal inti sebesar Rp1 triliun agar bisa masuk kategori Buku 2.

Opsi yang ditawarkan, yakni melakukan "Initial Public Offering" (IPO) atau penjualan pertama saham umum sebuah perusahaan kepada investor umum. Langkah ini bisa dilakukan jika sudah memenuhi syarat-syarat teknis.

Selain itu, mencari investor lain, seperti perbankan lain. Langkah ini bisa dilakukan jika pemegang saham bersedia membagi keuntungan.

PT Bank NTB, lanjutnya, juga bisa melakukan merger dengan bank umum lainnya dengan konsekuensi harus berbagai laba perusahaan.

Opsi lainnya berupa akuisisi atau pembelian oleh pemegang saham yang ada saat ini.

"Kami berharap para pemegang saham yang terdiri atas Pemerintah Provinsi NTB dan 10 kabupaten/kota di NTB, yang lebih berperan dalam memenuhi modal inti sebesar Rp1 triliun," katanya. (rol/ar)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...
Jumat, 24 May 2019 - 09:03
Jumat, 24 May 2019 - 09:00
Jumat, 24 May 2019 - 08:52
Jumat, 24 May 2019 - 08:47
Jumat, 24 May 2019 - 08:40
Jumat, 24 May 2019 - 08:37
Jumat, 24 May 2019 - 01:15
Jumat, 24 May 2019 - 01:10
Jumat, 24 May 2019 - 01:06
Jumat, 24 May 2019 - 01:03
Jumat, 24 May 2019 - 00:58
Kamis, 23 May 2019 - 22:07