20 August 2019

Bank Indonesia Yakin Inflasi Ramadan dan Idulfitri Terjaga

Konfrontasi - Bank sentral meyakini tekanan inflasi selama Ramadan dan Idulfitri akan tetap terkendali seiring dengan diterapkannya sejumlah strategi oleh tim pengendali inflasi.

Bahkan, Bank Indonesia (BI) melihat potensi inflasi keseluruhan pada 2019 akan turun dari proyeksi awal sebesar 3,5 persen dari kisaran sasaran yang ditetapkan 2,5-4,5 persen.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengakui inflasi Ramadan dan Idulfitri memang selalu naik. Namun, peningkatan ini akan diatasi oleh upaya menjaga pasokan bahan pangan.

"Insya Allah inflasi Ramadan akan lebih rendah dari tahun lalu, sehingga akhir tahun ini inflasi lebih rendah dari 3,5 persen, dan bahkan perkiraan kami bisa mengarah ke 3,1 persen," paparnya di Komplek Gedung BI, Jumat (26/04/2019).

Inflasi Mei 2018, ketika berlangsung Ramadan, sebesar 0,21 persen secara month-to-month (mtm). Sementara itu, inflasi Juni 2018, ketika berlangsung Idulfitri, sekitar 0,59 persen mtm.

Koordinasi di Tim Pengendali Inflasi Pusat (TPIP) dan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) akan terus dilakukan untuk memastikan harga kebutuhan masyarakat, khususnya pangan, tetap rendah dan terkendali.

Perry juga menegaskan TPIP bakal mencermati inflasi terkait tarif angkutan udara. BI selaku anggota TPIP mengimbau masyarakat untuk merencanakan penerbangan dari jauh-jauh hari.

"Tentu saja agar tidak terjadi tekanan inflasi yang tinggi dari tarif angkutan udara," terangnya.

Perry meyakini inflasi yang terkendali akan memberikan sentimen positif bagi perekonomian dalam negeri. Pasalnya, inflasi rendah bakal melengkapi kuatnya daya beli masyarakat dan penyaluran bantuan sosial yang mendorong konsumsi rumah tangga pada kuartal I/2019 dan seterusnya tetap tinggi.

BI meyakini pertumbuhan konsumsi rumah tangga pada tahun ini akan mencapai di atas 5%. Menjelang Ramadan dan Lebaran, pemerintah duduk bersama membahas beberapa hal.

Pertama, tentang perkembangan inflasi dan pengendalian harga pangan. Kedua, tentang evaluasi kesiapan infrastruktur transportasi dan angkutan penumpang. Ketiga, tentang evaluasi kesiapan distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM).

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Darmin Nasution, selaku kepala TPIP, menekankan agar Bulog menjaga ketersediaan stok dan stabilisasi beberapa harga pangan seperti beras, minyak goreng, daging, gula, bawang merah, bawang putih, serta cabai merah. Kestabilan harga diharapkan dapat dijaga dengan tetap memerhatikan kepentingan produsen dan konsumen.

Harga tiket pesawat juga diminta tetap dikendalikan karena dirasa sudah membebani konsumen dan sektor pariwisata. Pemerintah menyatakan akan menggelar rapat lanjutan antara Menko Perekonomian, Menteri Perhubungan, dan maskapai penerbangan untuk membahas kebijakan tarif udara.

Sementara itu, terkait dengan stok BBM, BPH Migas mencatat stok masih dalam batas aman dan terkendali. Premium memiliki ketahanan stok 27 hari; Pertalite 21 hari; Pertamax 20 hari; Pertamax Turbo 38 hari; Solar/Bio 24 hari; Pertamina Dex 47 hari; Avtur 28 hari.

Adapun stok LPG normal, yakni 363.000 metrik ton yang mampu memenuhi kebutuhan untuk 18 hari. (bsns/mg)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...
Selasa, 20 Aug 2019 - 14:26
Selasa, 20 Aug 2019 - 14:23
Selasa, 20 Aug 2019 - 14:09
Selasa, 20 Aug 2019 - 11:03
Selasa, 20 Aug 2019 - 10:59
Selasa, 20 Aug 2019 - 10:55
Selasa, 20 Aug 2019 - 10:52
Selasa, 20 Aug 2019 - 10:47
Selasa, 20 Aug 2019 - 10:41
Selasa, 20 Aug 2019 - 10:36
Selasa, 20 Aug 2019 - 10:32
Selasa, 20 Aug 2019 - 10:29