14 December 2019

Antam Tunggu "Restu" Pemerintah Beli Saham Freeport

Konfrontasi - Direktur Keuangan perusahaan tambang emas PT Antam (Persero) Tbk, Dimas Wikan Pramudhito mengatakan saat ini pihaknya sedang menunggu keputusan pemerintah yang sedang mempertimbangkan pembelian saham divestasi perusahaan tambang emas Amerika Serikat, PT Freeport Indonesia.

"Sekarang belum ada perkembangan apa-apa. Baru harga dibuka sekian kepada pemerintah. Pemerintah belum sampai pada tahapan ok, akan hitung, akan kaji bagaimana BUMN, itu belum sampai ke sana," kata Dimas di Bursa Efek Indonesia, Jumat (22/1/2016).

Menurut Dimas, Antam juga tidak ingin melangkahi pemerintah untuk membeli saham divestasi yang ditawarkan sebesar 10,64 persen, karena pembicaraan diveatasi hanya melibatkan pemerintah dan Freeport. Selain itu ia  juga tidak ingin menilai harga saham yang ditawarkan itu mahal atau murah karena pasti ada alasan kenapa Freeport menentukan harga yang dianggap pemerintah terlalu mahal.

"Sebelum bilang kemurahan atau kemahalan kan harus tahu dasarnya kenapa Freeport membuka harga seperti itu. Ya sama kalau kita jual barang dengan harga sekian, tapi kan tergantung pembeli, tergantung jumlah di pasar juga, itu yang kami perlu tahu juga," Dimas berujar.

Tahun ini, PT Freeport Indonesia wajib mendivestasikan saham kepada pemerintah sebesar 10,64 persen dari seluruh kewajiban divestasi sebesar 30 persen seperti yang diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 77 Tahun 2014 tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Mineral dan Batubara.

Saat ini pemerintah sudah memiliki sebesar 9,36 persen saham Freeport. Tahun ini, PT Freport Indonesia berkewajiban untuk melakukan divestasi saham sebesar 20 persen. Namun karena pemerintah sudah memiliki 9,36 persen saham, maka sisa divestasi sebesar 10,64 persen. Dan sisanya, 10 persen akan ditawarkan pada 2019.

Beberapa waktu lalu Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menyatakan PT Freeport Indonesia telah menyampaikan harga divestasi yang ditawarkan itu senilai US$ 1,7 miliar. Namun karena harga saham divestasi masih terlalu mahal, saat ini pemerintah sedang mengkaji nilai riil saham perusahaan tambang Freeport Indonesia. (tmp/mg)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...