14 December 2018

Analis: Bursa Asia Nyaris Tanpa Peluang Untuk Rebound

KONFRONTASI -  Bursa Asia masih kurang tenaga pada perdagangan Jumat (12/10), meski telah mengalami penurunan dalam sembilan hari terakhir. Koreksi lanjutan pada bursa Amerika Serikat (AS) kemarin pun menjadi sentimen pemberat bagi bursa regional.

MSCI Asia Pacific di luar Jepang sempat naik 0,2%, setelah pembukaan pasar Korea Selatan dan Australia. Kemarin, dua bursa ini melemah 3,6%. 

Sedangkan Indeks Nikkei 225 di Jepang masih tergerus 0,6%. Bursa Matahari Terbit terpukul penguatan yen yang diburu sebagai safe haven di tengah kekhawatiran pasar akan risiko ekonomi global. Kurs yen menyentuh level tertinggi tiga pekan ke ¥ 112,06 per dollar AS.

Indeks Kospi di Korea Selatan naik 0,4%, sementara indeks ASX 200 di Australia tak lama bertahan di zona hijau dan merosot 0,2% pagi ini.

Dini hari tadi, Indeks S&P 500 di Amerika Serikat menutup perdagangan Kamis dengan penurunan 2,06%, menyusul hari sebelumnya merosot 3,29%. 

"Masih terlihat risiko penurunan pasar di tengah kekhawatiran konflik dagang Sino-AS bisa menyebabkan pelambatan pertumbuhan global," kata Masahiro Ichikawa, senior strategist Sumitomo Mitsui Asset Management di Tokyo, seperti dikutip Reuters.

Memang, sejauh ini, bursa China dan AS paling mencetak penurunan terburuk. MSCI saham-saham A China turun hampir 10%, sementara MSCI Indeks AS kehilangan 5,5%. 

Bandingkan dengan penurunan 4,9% pada saham-saham global yang dihitung MSCI global untuk 47 negara. (Jft/Kabar24)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...