21 November 2017

Agus Marto: Persepsi Pasar Pengaruhi Kondisi Rupiah

Konfrontasi - Kondisi nilai tukar rupiah yang terus melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) akan terus terjadi. Hingga saat ini depresiasi nilai tukar rupiah terjadi secara year to date sudah mencapai 6%. Rupiah yang sudah tembus level Rp 13.000 terhadap dolar AS, masih akan mengalami tekanan besar.

Gubernur Bank Indonesia (BI), Agus Martowardojo mengungkapkan bahwa kondisi rupiah sangat terpengaruh perkembangan defisit transaksi berjalan atau current account deficit (CAD) dan persepsi pasar.

"Saya bisa katakan kalau misalnya CAD kita membaik dan persepsi membaik tentu membuat tekanan nilai tukar lebih rendah. Dari sekarang sampai akhir Juni itu adalah periode itu tekanannya besar," ungkap Agus di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat (7/5)

Pada kuartal II (April-Juni) setiap tahunnya, impor cenderung selalu ada peningkatan. Seiring dengan peningkatan ekonomi, aktivitas ekonomi butuh valuta asing (valas) yang cukup besar.

Kemudian juga ada aktivitas pembagian dividen, dan pembayaran utang luar negeri oleh perusahaan-perusahaan dalam negeri. Hal ini juga membutuhkan banyak valas.

"Terutama karena kita defisit dalam transaksi berjalan dan kebutuhan korporasi membayar kewajiban keuntungan dan pembayaran bunga ke depan yang selalu jatuh di kuartal II setiap tahun," paparnya

Maka dari itu disarankan agar fasilitas hedging atau lindung nilai dapat dioptimalkan oleh perusahaan. Agar turut menjaga nilai tukar tetap stabil.

"Korporasi ataupun BUMN yang punya utang hedging itu bisa membuat risiko nilai tukar yang dihadapi oleh BUMN terkendali. Karena itu kewajiban tidak diambil di pasar tunai. Tapi kalau ada kontrak lindung nilai itu bisa jauh hari sebelumnya dipersiapkan," paparnya. (mg/dtk)

Category: 

SCROLL KE BAWAH UNTUK MEMBACA BERITA LAINNYA


loading...

Related Terms



loading...

Baca juga


Loading...
Selasa, 21 Nov 2017 - 04:06
Selasa, 21 Nov 2017 - 03:53
Selasa, 21 Nov 2017 - 03:48
Selasa, 21 Nov 2017 - 03:26
Selasa, 21 Nov 2017 - 03:19
Selasa, 21 Nov 2017 - 03:09
Selasa, 21 Nov 2017 - 02:44
Selasa, 21 Nov 2017 - 02:30