16 June 2019

16 Investor Amerika Lirik Pulau Jawa dan Bali

Konfrontasi - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) “all out” berupaya meningkatkan minat investasi pengusaha Amerika Serikat (AS) ke Indonesia

Direktorat Amerika I, Kementerian Luar Negeri, kali ini, membutikan bekerjasama dengan KJRI New York, menyelenggarakan “Seminar Investasi Nasional “How to Attract Investors from US Investors Perspective”. Seminar ini ternyata dihadiri 16 orang investor yang sengaja datang dari Amerika Serikat.

Ikut pula di seminar itu unsur pemerintah Indonesia terkait antara lain, perwakilan berbagai asosiasi dagang dan pengusaha di dalam negeri, termasuk Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN), Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) dan Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO).

Perhelatan itu, menurut Direktorat Amerika I, Ditjen Amerok, secara khusus diselenggarakan untuk menggali pandangan preferensi investor AS atas sektor-sektor investasi di Indonesia, serta tukar pikiran pengalaman langsung berinvestasi di Indonesia, termasuk dari segi regulasi.

“Diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan dan minat investor AS untuk meningkatkan penanaman modal di sektor yang menjadi prioritas nasional, seperti infrastruktur,” terang siaran Ditjen Amerop, Jumat (23/2/2017).

Direktur Jenderal Amerika dan Eropa, Ratu Silvy Gayatri menyampaikan bahwa saat ini Indonesia  memperoleh predikat “Investment Grade” dari tiga lembaga pemeringkat internasional.

Lainnya, juga dinilai melakukan lompatan signifikan dalam Indeks Kemudahan Berbisnis dari urutan ke-114 pada tahun 2015 menjadi ke-72 di tahun 2017.

Hal tersebut didukung situasi kondusif politik dan keamanan dalam negeri dan upaya terus-menerus dari pemerintah untuk menyediakan kerangka hukum yang ramah investasi.

Selain Seminar, ke-16 investor AS juga melakukan kunjungan ke berbagai daerah di Indonesia, seperti Bali, D.I. Yogyakarta, Jawa Timur, dan Jawa Barat.

Investor asal AS menyampaikan komitmen untuk membantu program prioritas pembangunan di berbagai daerah. Dalam pertemuan dengan Gubernur D.I. Yogyakarta, misalnya, investor AS sampaikan ketertarikan untuk terlibat dalam proyek pembangunan rumah sakit berstandar internasional dan fasilitas layanan kesehatan lainnya.

Penguatan hubungan ekonomi bilateral, termasuk investasi dinyatakan kedua kepala negara saat kunjungan Presiden RI, Joko Widodo, pada Oktober  2015. Komitmen itu kembali diperkuat saat kunjungan Wakil Presiden Amerika Serikat, Mike Pence ke Indonesia, April 2017.

Seminar yang dijadikan rangkaian kunjungan investor AS selama di Indonesia diselenggarakan sebagai persiapan penyelenggaraan “Roadmap on Trade, Tourism, and Investment” yang akan diselenggarakan di New York, AS, pada Agustus 2018. (lnsaindo/mg)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...