16 October 2019

Yogya dan Grebeg Maulud: Aneka Pusaka Dipamerkan

YOGYAKARTA-Selama lebih kurang 30 hari, masyarakat Jogja merayakan pasar malam sekaten sejak tanggal 28 November 2014 lalu. Pada hari Sabtu, 3 Januari 2015 kemarin, kemeriahan pesta rakyat ini diakhiri dengan acara Grebeg Maulud untuk memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW. Tradisi budaya ini selalu dipenuhi oleh masyarakat Jogja dan para wisatawan yang ingin ikut ambil berkah dalam perayaan puncak ini, di mana mereka berebut untuk mengambil makanan yang sudah disusun megah dalam istilah ‘Gunungan’.

14203513891731214638
Prajurit Kraton (Dok.Pri)

 

 

1420345914806409771
Gunungan dalam Grebeg Maulud Jogja (Dok.Pri)

 

 

Gunungan adalah simbol utama dari perayaan Grebeg, di mana ini tersusun atas berbagai bahan makanan tradisional seperti sayur mayur, kacang panjang, cabai, ubi dan berbagai jajanan tradisional lainnya yang memiliki filosofi sebagai bentuk sedekah dari Sri Sultan Hamengkubuwono XI, pemegang kekuasaan tertinggi (raja) di Jogja.

Seperti yang tertulis dalam portal tribunnews.com, perayaan Grebeg ini diawali dengan iring-iringan tujuh gunungan dari dalam Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat melewati Siti Hinggil, Pagelaran, Alun-alun Utara hingga berakhir di halaman Masjid Gede Kauman Yogyakarta. Iringan “Gunungan” tersebut dikawal oleh sembilan pasukan prajurit keraton dan dibawa ke Masjid Agung/Gede Kauman untuk diberkati dan didoakan oleh penghulu Masjid Gede Kauman. Kemudian gunungan itu menjadi rebutan warga yang sudah sejak pagi menunggu di halaman masjid tersebut.

14203495801264062659
 
 

1420346301906333150
Iring-iringan Abdi Dalem Kraton Jogja Saat Grebeg Maulud (Dok.Pri)

 

Baik laki-laki maupun perempuan, tua atau muda, mereka sama-sama antusias untuk memperebutkan sebagian makanan dalam gunungan tersebut dengan tujuan untuk mendapatkan berkah, keselamatan dan perlindungan dari Tuhan. Jadi tidak heran jika dalam pesta ini, banyak masyarakat luar Jogja yang berbondong-bondong meluangkan waktu untuk datang ke alun-alun utara hanya untuk menyaksikan kesakralan tradisi Gunungan ini dan berebut makanan yang ada di sana.

1420346654811872786
Hiruk Pikuk keramaian Jogja Saat Grebeg Maulud (Dok.Pri)

 

14203468351943109651
Hiruk Pikuk keramaian Jogja Saat Grebeg Maulud (Dok.Pri)

 

Ada yang datang di pagi harinya, ada pula yang 1 hari sebelumnya sudah berada di sana dengan membawa berbagai peralatan pribadi, seperti tikar, makanan, minuman dll. Jadi, dapat disimpulkan bahwa acara Grebeg Maulud memang sangat berarti bagi masyarakat Jogja maupun luar, terutama mereka yang masih sangat menjunjung tinggi tradisi budaya Jawa yang dipelopori oleh Kraton Jogja setiap tahunnya ini.

.

Gerbang Kraton Jogja Dibuka untuk Umum Usai Perayaan Grebeg Maulud

Setiap acara Grebeg Maulud ini, pintu gerbang Kraton Jogja dibuka lebar oleh pihak kesultanan Jogja agar masyarakat atau wisatawan yang datang dapat menikmati eloknya berbagai warisan budaya kraton yang dilestarikan dari waktu ke waktu. Berbagai pusaka yang dipamerkan sungguh mengundang takjub bagi wisatawan karena selain memiliki nilai budaya yang sangat tinggi, berbagai peninggalan kraton ini kebanyakan berumur sangat tua, bahkan sudah ada sejak jaman pemerintahan Sri Sultan Hamengkubuwono I.

14203472361761971465
Pintu Gerbang Kraton Jogja (Dok.Pri)

 

14203473011369111452
Tiket Masuk Kraton Rp.5.000,- (Dok.Pri)

 

Saat hendak masuk di pintu gerbang kraton, wisatawan harus membeli tiket yang lumayan murah, yaitu hanya Rp 5.000, modal yang sangat kecil jika dibandingkan dengan tingginya nilai budaya yang akan kita dapatkan di sana. Setelah masuk, kita disuguhi oleh suara merdu para sinden dan penabuh gamelan yang berkolaborasi menampilkan nyanyian Jawa klasik dengan begitu indahnya.

 

14203474462026087233
Para Sinden yang Menyanyi Klasik Jawa di Kraton Jogja (Dok.pri)

 

1420347568714225265
Para Sinden yang Menyanyi Klasik Jawa di Kraton Jogja (Dok.pri)

 

14203477151357353357
Para Penabuh gamelan di Kraton Jogja (Dok.Pri)

 

Di sana banyak juga wisatawan asing yang terlihat ikut menikmati tradisi budaya kraton Jogja ini. Banyak juga wisatawan yang bersiap dengan HP dan kameranya untuk mengambil gambar dengan leluasa di setiap sudut kraton ini. Di sekeliling panggung kraton, telah dipajang banyak kereta kraton yang begitu megahnya. Dengan berbagai bentuk dan ornamen, keindahan peninggalan budaya Jogja ini sangat menarik perhatian pengunjung sehingga tidak heran banyak orang yang mengantri untuk ikut berfoto ria di dekatnya.

Berbagai kereta yang diperagakan juga diabadikan dalam foto yang dibingkai figura, lengkap dengan informasi sejarahnya. Berikut adalah beberapa foto yang berhasil saya potret saat itu:

14203510301811338933
Kereta Kraton (Dok.Pri)

 

1420351154256530374
Deretan Kereta Kraton (Dok.Pri)

 

142035126069658713
Papan Gambar Kereta Kraton & Infonya (Dok.Pri)

 

Di seberangnya, terdapat museum patung yang di dalamnya menggambarkan semua orang yang pernah menjadi penghuni Kraton Yogyakarta, mulai dari Raja Jogja (Sri Sultan Hamengkubuwono), Prajurit, abdi dalem dsb. Museum ini sangat dilindungi keberadaannya, terbukti dari pengaman kaca yang memutari ruangan museum sehingga sangat meminimalkan risiko patung pecah, rusak, tergores dll.

1420347844130043407
Patung Keluarga Kraton (Dok.Pri)

 

1420347938155259345
Patung Keluarga Kraton (Dok.Pri)

 

Semakin berjalan ke depan, kita akan menaiki tangga kraton dan sesampainya di sana, kita kembali melihat sebuah latar kraton yang sedikit berbeda dari sebelumnya.

14203481451154898527
Jalan Menuju Bangsal Mangunturtangkil (Dok.Pri)

 

 

Tempat ini disebut BANGSAL MANGUNTURTANGKIL, merupakan singgasana Sri Sultan Hamengkubuwono saat menghadiri acara Grebeg dan tempat ini sudah digunakan oleh raja-raja Jogja sejak 7 Maret 1989. Di bagian kanan bangsal ini, terdapat replika area Kraton Jogja sehingga memudahkan para wisatawan memahami betapa luas dan megahnya Kraton Jogja ini.

 

14203483222031881709
Bangsal Mangunturtangkil (Dok.Pri)

 

14203484351875434681
Bangsal Mangunturtangkil (Dok.Pri)

 

Di sekeliling Bangsal Mangunturtangkil ini terdapat puluhan stand pameran benda pusaka dan kerajinan yang sayang jika dilewatkan. Ada apa saja di sana? Yuk kita masuki satu per satu:

 

1. Kerajinan Tandhuk

Stand ini memamerkan berbagai barang hasil kerajinan yang dibuat dari tanduk binatang asli.

 

142034904850221181
Pameran Kerajinan Tanduk (Dok.Pri)

 

.

2. Kerajinan Tembaga dan Kuningan

Stand ini memamerkan berbagai pernak pernik khas Jogja yang terbuat dari tembaga dan kuningan yang memiliki harga jual tinggi.

 

1420349114521697788

Pameran Kerajinan Tembaga & Kuningan (Dok.Pri)

 

.

3. Kerajinan Gamelan

Di stand ini belum terlihat siap untuk memamerkan gamelan karena masih dalam proses renovasi.

 

1420349177333362048
Pameran Kerajinan Gamelan (Dok.Pri)

 

.

4. Kerajinan Perak

Stand ini menawarkan banyak perhiasan dan aksesoris yang terbuat dari perak. Mengingat bahwa di daerah Kotagede Jogja adalah pusat industri perak, maka tak heran jika stand ini juga dikerumuni oleh pengunjung.

 

14203492311742582590
Pameran Kerajinan Perak (Dok.Pri)

 

.

5. Kerajinan Blangkon

Stand ini menawarkan berbagai model blangkon dengan bahan dan motif yang bervariasi. Banyak pengunjung yang ingin sekedar melihat keunikannya ataupun membeli untuk dipakai sebagai tren model Jawa.

14203492831097821797
Pameran Kerajinan Blangkon (Dok.Pri)

 

.

6. Kerajinan Keris

Stand ini memamerkan berbagai produk keris yang sudah jadi, dengan berbagai keunikan dan variasinya sehingga menimbulkan decak kagum bagi wisatawan yang berkunjung.

 

142034933329839243
Pameran Kerajinan Keris (Dok.Pri)

 

Lalu, setelah melewati stand-stand mini yang memamerkan banyak kebudayaan asli Jawa ini, saya terus melanjutkan perjalanan hingga sampailah di pameran yang selanjutnya, yaitu PAMERAN TOSAN AJI, Benda Pusaka Adi Luhung yang telah diakui dunia internasional. Berikut beberapa benda pusaka yang berhasil saya ambil gambarnya:

 

1. Paheman Memetri Wesi Aji

Paheman Memetri Wesi Aji  merupakan wadah berkumpulnya para penggemar wesi aji (benda pusaka) di Yogyakarta. Jadi di ruang ini, segala bentuk pusaka keris dipamerkan dengan berbagai macam variasi. Pusaka-pusaka yang dimiliki oleh para kolektor dari keturunan Kraton Jogja ini sungguh mengundang banyak kekaguman dan rasa penasaran banyak pengunjung sehingga tidak heran banyak di antara mereka yang membanjiri pertanyaan kepada penjaga stand.

 

14203494722096178337
Pameran Pusaka oleh Paheman Memetri Wesi Aji (Dok.Pri)

 

14203495801264062659
Pameran Pusaka oleh Paheman Memetri Wesi Aji (Dok.Pri)

 

1420349689515967507
Diskripsi Cara Memakai Keris yang Benar (Dok.Pri)

 

Selain untuk kerisnya sendiri, di sana juga dipamerkan berbagai gambar dan informasi bahan pembuat keris, mulai dari jenis kayunya, bahan besinya dll. Ada pula berbagai gambar yang menjelaskan bagaimana memakai wangkingan/dhuwung/keris ini secara benar sesuai dengan standar Kraton. Selain itu, banyak pula pengunjung yang kritis bertanya tentang perbedaan keris Jogja dan keris Solo, bagaimana bentuknya, sejak kapan keris ini dibuat dsb.

.

2. Stand Kridomardawa

Stand ini memamerkan berbagai perlengkapan untuk kesenian tari Jogja klasik. Tarian ini sering diperagakan ketika Kraton Jogja kedatangan tamu dari berbagai daerah, termasuk tamu luar negeri. Selain itu, Krido Mardawa aktif sebagai sebuah paguyuban, yang berbentuk sebuah lembaga kesenian milik Kraton Jogja dan membuka kelas pelatihan tari Yogyakarta untuk umum sejak tahun 2013. Berbagai benda yang dipamerkan di sini di antaranya kostum/baju untuk menari, topeng, wayang kulit dll..

14203497911623229601

Stand Kridomardawa (Dok.Pri)

 

14203498771160561697
Stand Kridomardawa (Dok.Pri)

 

.

3. Pameran Cagar Budaya

Di stand ini dipamerkan banyak hasil jurnalistik yang telah diakui masyarakat umum. Berbagai informasi dalam bentuk bacaan raksasa ini menampilkan banyak tulisan menarik seputar Kraton Jogja yang dijadikan sebagai cagar budaya yang harus dilestarikan. Diawali dengan tayangan video berbagai tempat sakral yang ada di Jogja dan sekitarnya serta manfaatnya dalam aktivitas kejawen. Selain itu, berbagai judul tulisan yang dipajang sehingga menimbulkan daya tarik para wisatawan di antaranya: Penghargaan Pelestari tahun 2014, Tanggap Bencana Cagar Budaya (Pembersihan Abu Vulkanik Gunung Kelud di Candi Prambanan), Pemugaran BCB (Bangunan Cagar Budaya) milik Masyarakat, Lomba menulis Cagar Budaya dll.

 

14203500191461288008
Pameran Cagar Budaya (Dok.Pri)

 

14203501271879416747
Pameran Cagar Budaya (Dok.Pri)

 

.

4. Pameran Arca dan Prasasti

Di stand berikutnya, kita akan menemukan berbagai arca, prasasti dan replika kraton yang memiliki nilai sejarah tinggi, di mana selama ini kita hanya bisa melihatnya dalam buku pelajaran, media massa atau media elektronik. Berbagai warisan budaya yang dipamerkan di sana di antaranya: replika latihan perang Gladi Watangan di alun-alun utara, Cepuk Bertutup, Persebaran Situs Masa Klasik, Arca Narasimha, Genta dan pemukulnya, Arca Siva, Prasasti Yantra Candra Mandala, Arca Ganesa dsb.

 

14203502921811145109
Arca Narasimha (Dok.Pri)

 

1420350373239002020
Prasasti Yantra Candra Mandala (Dok.Pri)

 

14203504961596897922
Cepuk Tempat Perhiasan (Dok.Pri)

 

.

5. Dokumentasi Raja Mataram Jawa

Di stand selanjutnya, kita akan menemukan berbagai foto raja-raja Jogja mulai dari Sri Sultan Hamengkubuwono I hingga sekarang. Selain itu, berbagai foto yang dipamerkan di sini bukan hanya yang berhubungan dengan Kraton Yogyakarta namun juga Kraton Pakualaman di mana keduanya memiliki hubungan yang sangat erat. Terlihat banyak foto yang menggambarkan aktivitas keluarga kraton serta berbagai motif batik yang biasa mereka gunakan.

 

142035061158113994
Foto Keluarga Kraton (Dok.Pri)

 

1420350676247427282
Foto Keluarga Kraton (Dok.Pri)

 

1420350722197715052
Silsilah Raja Mataram Jawa (Dok.Pri)

 

.

6. Stand Aksesori Kraton

Di stand ini, dijual berbagai pernak-pernik kraton yang sudah mulai dikenal oleh masyarakat Jogja dan para wisatawan pendatang, seperti batik tulis, baju batik, kerajinan kuningan, foto raja Jogja, Kaos berlambang JOGJA dll. Kain batik tulis selebar 2 meter dipatok dengan harga kisaran Rp.350.000. Sedangkan untuk kaos berbahan halus dengan lambang Ngayogyakarta Hadiningrat dijual dengan harga Rp.95.000 per item.

 

1420350820498501764
Asesoris Kraton Jogja (Dok.Pri)

 

14203509171199872271
Asesoris Kraton Jogja (Dok.Pri)

 

Demikianlah yang dapat saya sampaikan sehubungan dengan acara Grebeg Maulud serta Stand Kerajinan dan Pusaka di Njero Ndalem Kraton Yogyakarta. Tentu semua ini memberikan banyak makna pada seluruh masyarakat, baik masyarakat Jogja sendiri ataupun wisatawan luar, di mana seluruh budaya yang dimiliki oleh Kraton Jogja sudah seharusnya dirawat dengan baik sepanjang hayat agar ilmu budaya yang sudah kita dapatkan ini bisa ditularkan kepada anak-cucu kita di masa mendatang. Jaga pula kesakralan kraton Jogja dengan tetap bersikap lembah manah dan penuh toleransi sebagai masyarakat yang hidup dalam lingkungan kerajaan kraton Jogja. Diharapkan pula, Kraton Jogja ini juga bisa selalu menjadi cagar budaya Jogja dan Jawa sehingga takkan pudar ditelan waktu dan nilai asli budayanya selalu dapat dipegang teguh oleh seluruh masyarakatnya.

 

Semoga Bermanfaat, Riana Dewie (KCM)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...