18 August 2019

Wajah Malam : Puisi Warih W Subekti

Wajah Malam

Ingin segera kujumpa wajah malam
tinggalkan siang yang kerontang

gelap kurindu sangat
ingin kudekap erat
sepanjang waktu

gelap dalam dirimu
kutemukan kedamaian
keabadian

gelap datanglah mendekat
kataku penuh harap

Jakarta, 2014.

 

Cakrawala Biru

Cakrawala biru dihiasi mega-mega
mendung dan awan hitam, kemana perginya?

matahari garang memancarkan sinarnya
jakarta hari ini, seolah kembali pada rupa semula
panas, penat dan tak bersahaja

aku terjepit di antara gedung-gedung
dan nasib yang tak berujung untung

terhuyung dalam pusaran angin beliung
terus kukayuh dayung agar bidukku
sampai ke ujung

Jakarta, 2014

Puisimu dan Rembulan

Ingin rasanya membaca puisi-puisimu
sepanjang malam
ditemani bulan
juga kau...

Jakarta, 2014.

Wajah Perempuan Matahari

Hari ini kulihat wajah matahari
berseri-seri
seperti wajah perempuan
sehabis melahirkan

(seolah tirai jendela yang tersingkap
dan cakrawala membentang hingga ujung sana)

Asa menderu, berpacu dan menuju
: Mu

Jakarta, 2014.

___________________________________

Warih W Subekti, Penyair Jalanan saat ini tinggal dan berkarya di Jakarta. (K)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...