18 July 2019

Wahai Pemuda Jangan Abaikan Pertanian, Tak Usah Malu Jadi Petani

KONFRONTASI - KELOMPOK Taruna Tani Flory berdiri sejak Juni 2014 lalu dengan jumlah anggota 20 orang kini semakin berkembang. Suatu hal membanggakan, kelompok ini dikukuhkan sebagai Kelompok Tani Pemula. Penyerahan sertifikat dan pengukuhannya dilakukan di markas Taruna Tani Flory Dusun Jugang-Pangukan Tridadi Sleman, Kamis (26/2/2015).

Hadir dan memberi sambutan pada acara pengukuhan ini antara lain Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Sleman, Ir Widi Sutikno MSi. Widi mengaku merasa senang, Taruna Tani Flory semakin maju sehingga tak butuh waktu lama dikukuhkan sebagai Kelompok Tani Pemula. Suatu hal yang layak diapresiasi berbagai pihak, kelompok ini siap mewujudkan Jugang-Pangukan sebagai kampung flory yakni kampung yang mempunyai banyak tanaman hortikultura.

“Semoga segera terwujud, mengingat wisata pertanian di DIY masih minim. Jika sudah terwujud, dusun ini akan menjadi satu-satunya kampung flory di  Sleman,” jelas Widi.

Menurut Widi, kebutuhan aneka tanaman hias, sayur dan buah di DIY sangat tinggi. Khususnya tanaman hias, sekarang ini pemain dari luar daerah menguasai hampir 80 persen, misalnya asal Malang, DKI Jakarta dan Jawa Tengah. Ketika produk asal DIY sendiri sudah dapat diandalkan dan stoknya banyak, diharapkan suatu saat bisa dibalik, yakni sekitar 80 persen dapat dipenuhi dari DIY sendiri. “Dengan adanya rintisan sebagai Kampung Flory, kami optimis di sini akan menjadi ajang ekonomi produktif,” tandasnya.

Pembina Taruna Tani Flory, Sudihartono menambahkan, saat ini pihaknya mengelola lahan sekitar dua hektar, terdiri dari lahan pribadi milik anggota/pengurus kelompok maupun lahan kas desa. Sebagai pusat kegiatan Kampung Flory rencananya juga akan dibangun joglo dengan lokasi di pinggir timur pedukuhan setempat atau di pinggir Sungai Bedog. Diharapkan kedepannya juga dapat dijadikan tempat magang/praktik kerja industri maupun pelatihan seperti para pelajar, mahasiswa dan berbagai instansi/lembaga yang tertarik belajar pertanian, khususnya budidaya tanaman hias, buah, obat dan sayur.

“Beberapa anggota sudah mempunyai spesialisasi dalam membudidayakan aneka tanaman hortikultura, misalnya ada yang banyak membudidayakan tanaman hias puring, pucuk merah, sayur mayur dan tanaman obat,” ungkap Tono.

Ditambahkan, berdirinya kelompok ini dilatarbelakangi berbagai hal, misalnya merasa prihatin dengan minimnya ketertarikan generasi muda untuk beraktivitas. di bidang pertanian dan lebih memilih di sektor non pertanian. Selain itu kebutuhan tanaman hias dan landscape taman di DIY mengalami banyak peningkatan, apalagi dengan maraknya pembangunan apartemen, hotel, perumahan, perkantoran, wahana rekreasi dan taman-taman kota.  “Hanya saja untuk mencukupi kebutuhan aneka tanaman, masih banyak disuplai dari luar DIY,” jelas Tono.(Juft/KR)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...