22 May 2018

UNICEF: 2,3 juta Anak Usia 7-15 di Indonesia Tak Bersekolah

KONFRONTASI  -  Tahun 2012 UNICEF meliris laporan tahunan. Sebanyak 2,3 juta anak usia 7-15 di Indonesia tidak bersekolah. Di Provinsi Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat, dimana terdapat sebagian besar penduduk Indonesia, sebanyak 42% anak putus sekolah.

Hal itu dikemukakan Saji Sonjaya, Empowering Manager DD Jabar – Sinergi Foundation saat menggulirkan program "Sekolah Untuk Semua" di Balai Pertemuan UPI, Sabtu (12/7/2014).

Menurut Saji Sonjaya, meski secara keseluruhan angka masuk sekolah dasar cukup tinggi, tetapi sebuah kajian tentang Anak Putus Sekolah yang dilakukan bersama Kementerian Pendidikan, UNESCO, dan UNICEF di tahun sebelumnya, 2011, menunjukkan bahwa 2,5 juta anak usia 7-15 tahun masih tidak bersekolah. "Kebanyakan dari mereka putus sekolah sewaktu masa transisi dari SD ke SMP," ujarnya.

Melihat fakta demikian, Dompet Dhuafa Jabar dan Sinergi Foundation mencoba berikhtiar untuk menyelamatkan generasi bangsa dari ancaman putus sekolah. Ikhtiar tersebut dilakukan dengan menggulirkan program "Sekolah Untuk Semua". Program "Sekolah Untuk Semua" berupa bantuan bea masuk sekolah, kebutuhan dasar dan penunjang penyelenggaraan proses pembelajaran seperti bantuan tunggakan SPP, bantuan tebus ijazah, seragam, buku, sepatu, dan lain-lain.

Para penerima Program "Sekolah Untuk Semua" ini, kata Saji Sonjaya, berasal dari berbagai sekolah negeri dan swasta di Jawa Barat yang tersebar di Kota Bandung, Kab. Bandung, Kab. Bandung Barat, Cimahi, Garut, Cirebon dan Tasikmalaya, Bogor, Cianjur dsb. Dengan rincian bantuan sebagai berikut, untuk SMA sebanyak 213 Orang, SMK sebanyak 233, dan SMP/Sederajat sebanyak 310 orang.

Sebelum para penerima bantuan ini menerima bantuan yang diberikan, kita melakukan proses atau tahapan seleksi terlebih dahulu. Seleksi dimulai pada tanggal 02 Juni sd. 21 juni 2014 lalu. Seleksi berupa seleksi administrasi, home visit (survey), dan rapat pleno sebagai keputusan final dalam menentukan jumlah biaya bantuan dan penerima.

Jumlah nilai bantuan "Sekolah Untuk Semua" berbeda pada setiap tingkat. Nilai bantuan yang diberikan bervariasi dari Rp. 300.000,- sd. Rp. 1.500.000,-.

Saji Sonjaya berharap, dengan digulirkannya program "Sekolah Untuk Semua" ini, masyarakat dapat melanjutkan sekolah ke jenjang lebih tinggi lagi. Sesuai keinginan donator yang menitipkan dana ZIS-nya untuk kemaslahatan ummat akan tercapai. Terutama bagi mereka yang peduli pada bidang pendidikan.

Sampai kini sejak kali pertama digulirkan, kata dia, ribuan siswa-siswi mulai tingkat SD, SMP, dan SMA (sederajat) dari kalangan dhuafa telah merasakan manfaatnya. Sebanyak 756 siswa/i akan melanjutkan sekolah ke jenjang SMP/SMA atau sederajat. "Insha allah semoga dengan program ini, tingkat pendidikan khususnya di Jawa Barat akan lebih membaik," ujarnya. (Juft/Pr)

Category: 
Loading...