20 February 2018

Theresia Gelar Pameran Budaya di Bali

Konfrontasi - Theresia Agustina Sitompul, yang pernah keluar sebagai juara III Kompetisi Trienal Grafis Indonesia V tahun 2012 menggelar pameran tunggal di Bentara Budaya Bali, lembaga kebudayaan nirlaba Kompas-Gramedia di Ketewel, Kabupaten Gianyar.

"Pameran yang menampilkan belasan karya seni itu berlangsung selama seminggu, 8-15 Maret 2015," kata Kurator pameran tersebut Hendra Wiyanto di Denpasar, Kamis (5/3).

Pegrafis lulusan Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta dalam pameran kali ini mengusung tema "Pada Tiap Rumah Hanya Ada Seorang Ibu".

Lewat karya grafisnya itu menyuguhkan aneka simbol dan pilihan bentuk. Seniman yang akrab disapa Tere itu mencoba menghadirkan sosok Ibu sebagai metafor yang kaya makna.

Mengemuka pada karya-karya Tere antara lain sebuah ekspresi yang mempribadi tentang Ibu yang diyakininya sebagai Yang Satu.

Hendra Wiyanto menjelaskan, melalui tema pamerannya kali ini, Tere ingin mengajak pengunjung untuk menginterpretasi ulang perihal sosok Ibu dan Perempuan.

Menurut Tere, representasi "identitas" perempuan mesti ditarik sampai ke belakang, yakni sampai ke realitas "wingking".

Karya-karya seni yang disuguhkan menggambarkan figur Ibu dalam citra sebuah mesin jahit tua, tangan kasih yang bergandengan, sosok perempuan kecil dan sejumlah wujud visual lainnya yang bermuara pada perenungan tentang peran Ibu yang tak tergantikan.

Menurut Hendra Wiyanto, Tere menggunakan karbon sebagai medium monoprint, untuk nge-blat barang-barang miliknya.

Ia menggunakan kertas karbon sebagai pengganti tinta cetak untuk menghasilkan relief atau cetak tingginya. "Yang dilakukan Tere bukanlah membuat 'cetakan', namun cap-capan pada karyanya, dengan memanfaatkan teknik itu, Tere me-ngeblat barang-barang miliknya hingga milik anak dan ibunya seperti baju kebaya, rok, jins, dan kaos dalam. Kemudian terciptalah cetakan yang lebih kabur seperti jejak-jejak tipis yang tidak sama rata pada bidang permukaan," ujarnya.

Jejak barang-barang pribadi yang dikarbon itulah yang memproduksi samudera-samudera kecil kebiruan, dalam aneka bentuk dan lekuk.

Hendro Wiyanto menjelaskan, Theresia Agustina Sitompul dalam pameran kali ini menyuguhkan karya grafis hasil cetak karbon, serta sepuluh buah objek buku yang tebal dan kukuh.

Seluruhnya menggambarkan perenungan mendalam sang seniman, juga bayangan Ibu "Yang Satu", ujar Hendro Wiyanto.(akl/ar)

Category: 

SCROLL KE BAWAH UNTUK MEMBACA BERITA LAINNYA


loading...

Related Terms



loading...

Baca juga


Loading...