19 June 2019

Terkait Pemilihan Rektor, Unpad Gagal Rapat Pleno Gara-gara Ketua MWA

KONFRONTASI -  Rapat Pleno Majelis Wali Amanat (MWA) Universitas Padjadjaran gagal digelar karena Ketua MWA Rudiantara tak hadir. MWA pun mengutus tiga orang perwakilan menemui Rudiantara di Jakarta, untuk meminta agar Rapat Pleno MWA bisa digelar pada 6 Januari 2018.

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir juga tak hadir. Ia mengirimkan perwakilannya untuk mengikuti rapat yang digelar di Sekretariat MWA, Jalan Cimandiri Kota Bandung, Jumat 28 Desember 2018. 

Sekretaris Eksekutif MWA Erri Megantara menjelaskan, Peraturan MWA menyebut rapat pleno harus dipimpin oleh Ketua MWA. Jika tidak ada, dipimpin oleh Wakil Ketua MWA. 

Rudiantara tidak hadir tanpa keterangan dan tidak mendelegasikan tugas kepada lainnya. Sementara Wakil Ketua MWA dijabat oleh Obsatar Sinaga, yang mencalonkan diri sebagai rektor.

Keanggotaan Obsatar sedianya akan diganti melalui pergantian antar waktu pada rapat pleno hari ini. Namun hal itu belum bisa terlaksana karena pleno gagal digelar.

"Jadi hari ini bukan pleno, sekadar pertemuan saja," kata Erri.

Selain pergantian anggota, seharusnya pleno hari ini membahas kelanjutan Pilrek Unpad. Akhirnya, anggota MWA yang hadir memutuskan untuk mengutus tiga orang menemui Rudiantara di Jakarta.

Tiga orang itu Sekretaris Eksekutif MWA Erri Megantara, Ketua Senat Oekan Soekotjo Abdoelah, dan Rektor Tri Hanggono Achmad.

"Agar bisa berkomunikasi langsung meminta agar pleno bisa digelar 6 Januari," ujar Erri.

Pleno harus digelar tanggal itu sebab pada 13 Januari harus sudah ada rektor terpilih. Jika tidak, harus ada Pelaksana Tugas (Plt) Rektor. Sambil menunggu 6 Januari, MWA akan mempersiapkan opini legal untuk mengantisipasi bagaimana jika Ketua MWA tetap tidak hadir.

Erri berharap, akan ada solusi secara legal agar pleno tetap bisa digelar tanpa kehadiran ketua. "Apakah digantikan wakil, kalau tidak ada sekretaris, atau menunjuk orang," katanya.

Sekretaris Daerah Pemprov Jabar Iwa Karniwa mengikuti rapat pleno mewakili Gubernur Jabar yang merupakan anggota MWA. Ia mengatakan, rapat ini telah menghasilkan kemajuan yang baik. 

Ia berharap pemilihan ini tidak cacat hukum dan bisa menghasilkan rektor definitif sesuai aturan. "Akan indah pada waktunya," ujar Iwa Karniwa.

Aksi mahasiswa

Saat MWA menggelar rapat, sejumlah mahasiswa menggelar aksi di halaman Sekretariat MWA. Tak hanya mahasiswa, tenaga kependidikan dan dosen juga turut ikut dalam aksi ini.

Mereka meminta anggota MWA tak meninggalkan tempat sebelum ada rektor baru yang terpilih. "Kami menanti. MWS tak boleh pulang kalau tidak ada hasil," ujar salah seorang orator aksi.

Mahasiswa menilai, Pilrek Unpad sudah terkatung-katung selama dua bulan lebih. Mereka ingin segera ada rektor terpilih agar tak perlu ada penunjukkan Pelaksana Tugas (Plt) Rektor Unpad.

"Seharusnya MWA tahu, peraturan internal MWA harusnya bisa dibuat ulang. Ketua MWA mengundang anggotanya. Tapi kalau Ketua MWA tidak benar, tidak mau datang, maka seharusnya anggota MWA berani mengubah aturan itu," kata mahasiswa.

Perwakilan tenaga kependidikan dalam orasinya memprotes mendegnya proses pemilihan lantaran terhambat oleh Menristekdikti dan Ketua MWA. Seharusnya rapat pleno tetap bisa digelar tanpa harus menunggu Ketua MWA.

"Rapat pleno bukan kewenangan Ketua MWA," ujarnya.(Jft/PR)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...