13 December 2019

Senja Muram : Puisi Warih W Subekti

SENJA MURAM

Senja muram di kotaku
cakrawala berselimut mega-mega
mendung menggantung di cakrawala

ke mana arah langkah ini
kembali menemui diri
merenung
hingga kumaknai hakekat gunung

Jakarta, Mei 2015.

 

NYANYIAN PAGI

Burung-burung berceloteh riang di pepohonan
embun masih menyisakan kehangatan di dedaunan
angin semilir sejuk menyusup pori-pori, dekapanmu masih terasa
hangat di jiwa

malam kulalui bermandi purnama
ada sepenggal mimpi yang hilang, saat pagi menyeruak
dan fajar singkap tirai kabut, surut angin lembah

kasih di pagi yang mendidih ini
ingin kuhirup wangi kopi dan ranum senyummu menyertai

: Inikah kerinduan itu?

Jakarta, Mei 2015

_______________________________________________

Warih W Subekti, Menulis puisi sejak kanak-kanak, satu dua puisinya pernah dimuat di media lokal, saat ini ngelandang di Jakarta (K)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...