11 December 2017

Semangat Jihad Semakin Membara 1890 – 1895 (13

Episode  13

Aceh – Dunia Yang Sedang Dicari Kaphe Belanda 

Bagian Pertama

13

 

 

Lain Portugis, lain Belanda. Bila Belanda bermotto,  Aceh, Dunia yang Dicari kaphe-kaphe Belanda. Maka Portugis mengeluarkan motto: Malaka, Dunia yang Dicari Kafir Portugis. Penjajah kanibal Spanyol  berbeda lagi motto penjajahannya:    Filipina , Dunia yang dicari Kafir-kafir Spanyol. Pada tirimangsa 1521 M  Spanyol sudah menjejakkan kakinya di Pulau Homohon di Filipina. Maksud nyatanya berniaga, tapi maksud tersembunyinya, sudah pastilah, meng’Kanibal”kan orang-orang muslim Filipina. Negara superpower “kanibal” pertama ini begitu suksesnya meng’kanibal”kan bangsa Filipina, bahkan  semua keyakinan bangsa Filipina yang semula Muslim, luluh lantak dan berubah menjadi penganut Katolik, agama yang dimanipulasi sebagai alat penjajahan, bukan untuk membebaskan umat manusia dari keterbelakangan, ketertindasan, dan kemiskinan. Agama bagi Negara kanibal Spanyol adalah untuk meredam segala bentuk perlawanan dan pemberontakan ketika suatu bangsa dicoba untuk dikuasai dan ditundukkan dengan halus atau secara brutal dan di luar batas-batas perikemanusiaan.

Dalam pertempuran pertama tentara Spanyol yang dipimpin Magelhaens melawan tentara Muslim Filipina tahun 1521, Magelhaens tewas. Penaklukkan selanjutnya terus dilaksanakan, sampai hampir seluruh wilayah Filipina dikafirkan. Namun walau sudah dikafir  (baca: Dikatolik) kan, tetap saja penindasan berlangsung tanpa hambatan dan kesewenang-wenangan itu bukan dilakukan hanya oleh Raja Spanyol, tetapi justru dilakukan oleh gereja. Nah sekali lagi dipertanyakan, siapakah pihak”gereja” itu sebenarnya? Apakah ia pembebas atau alat dari penindasan?  Bayangkan, setelah hampir seluruh Filipina dikatolikkan, kepincangan sosial menghadirkan  kemiskinan bagi  rakyat Filipina. Pemberontak Filipina terbesar sepanjang sejarah yang bernama  Jose Rizal mengabadikan peristiwa kepincangan ekonomi dan kemiskinan yang nyaris absolut itu dalam sebuah bukunya ”Jangan Sentuh Aku”(Bahasa Tagalognya: Noli Me Tangere) .

Tulisan panjang Jose Rizal ini bercerita mengenai  kebusukan penguasa  Spanyol dan  penindasan para pendeta (baca: pemimpin) gereja Katolik. Diseluruh Filipina, tanah milik rakyat  dirampok oleh kaum paderi Katolik.  Bahkan baikpemerintah dan kaum Paderi yang dipandang suci itu mengatakan bahwa bangsa Filipina tak berhak memiliki tanah-tanah di negerinya sendiri. Alasannya, bangsa Filipina bukanlah “manusia” tetapi  tak lebih dari sekedar  ‘Binatang”  yang mereka juluki sebagai Indio.

Peristiwa yang sungguh menyedihkan ini, setelah bangsa-bangsa Muslim Filipina  musnah (kecuali bangsa Moro di Filipina Selatan), tahap demi tahap satu persatu wilayah paling sah milik bangsa Filipina ditaklukkan dengan cara kekerasan. Tentunya ini sangat berbeda jauh dengan cara- cara meng “Islam” kan bangsa-bangsa dan suku di Pulau Jawa dan seluruh Indonesia. Tidak ada cara-cara kekerasan para walisongo menguasai seluruh daerah di Indonesia dan itu bukan menguasai, tetapi menjadi pemimpin keagamaan yang membawa kebijakan dan kebajikan tanpa menumpahkan “setetes”darah pun bagi bangsa-bangsa yang di”Islam”kan oleh para wali Songo (Baca: Kaum Paderi/ ulama yang dianggap suci dalam agama Islam).

Di belakang para ulama yang disebut Walisongo, tidak ada kekuasaan raja-raja Arab yang ekspansionis, haus kekuasaan, menguasai tanah-tanah dan apalagi merampok harta benda rakyat serta kemerdekaan yang dimiliki oleh rakyat suatu wilayah yang telah di”Islam”kan. Bandingkan dengan cara-cara pengkristenan oleh bangsa Spanyol di Filipina,  pengkristenan bangsa Timor Timur di Timor Leste oleh Portugis. Berkiloliter darah telah tumpah didua daerah jajahan Spanyol dan Portugis di wilayah Asia itu.

Nah, pada akhir abad ke-16, kaphe-kaphe  Belanda, kaphe-kaphe  Inggris, kaphe-kaphe Denmark dan kaphe-kaphe  Perancis  yang mendatangi Asia Tenggara dengan sikap petantang-petentengnya.  Walaupun Perancis dan Denmark surut niatnya untuk meluaskan jajajahannya di Asia Tenggara, namun setiap penjajah membawa kekuasaan dan organisasi gereja, sebagai alat penghisap darah rakyat, yang menyempurnakan penindasan dan penjajahan terhadap rakyat yang ditaklukkannya.

Kaphe-kaphe Belanda mencogokkan kepalanya  di titimangsa 1592 M, sebegitu cepatnya langsung memonopoli siklus perniagaan  dari Belawan sampai Raja Ampat.  Inggris  mencogokkan kepalanya di  Semenanjung Malaya dimana  Singapura  dan Brunai Darussalam  berada dalam genggaman satu wilayah kekuasaan di territorial Malaya. Surutnya kekuasaan kafir Portugis dan Spanyol digantikan oleh Belanda dan Inggris serta Perancis di Vietnam.

Bangsa Eropa keluar dari negerinya setelah mencecap  kemajuan yang  bersumber dari khazanah sains, tapi mentalitasnya tidak berubah. Kemajuan otaknya memang sudah luarbiasa, itu akibat dididik oleh umat Islam. Robert Briffault di dalam buku karangannya yang berjudul :” Making of Humanity, mengatakan: “Tidak hanya ilmu yang mendorong Eropa kembali pada kehidupan yang bergairah,  namun pengaruh-pengaruh peradaban Islam yang pertama kali menyalakan kebangkitan Eropa untuk hidup, tak dapat dipungkiri.”

Dan Al-Qaradhawi menegaskan: “Metode, sekolah, universitas, ulama, dan buku menjadi pengaruh serta penggerak kebangkitan Eropa.”

Gairah meneliti dan  mencari kebenaran yang dicetuskan  pemikir-pemikir Yunani,lalu padam  dan hancur di bawah kekekaisaran Romawi yang absolut, gairah ini muncul kembali karena dipantik api kebudayaan  dan peradaban Islam. Bangsa Eropa naik ke panggung sejarah didukung penuh oleh  sarjana-sarjana muslim. Latin (Yunani) di abad pertengahan sudah mati, dan sarjana-sarjana Muslim mengangkatnya kembali menjadi dasar kebudayaan Eropa. Bahkan dasar-dasar kebudayaan itu bukan diambil secara elegan oleh Eropa, tapi dicuri dan disalin ke dalam bahasa Latin. Buku aslinya yang berasal dari buku karangan Muslim dimusnahkan, untuk menghilangkan jejak pencurian itu. Ini bukan diprakarsai oleh negara, tapi gereja.  

Ilmu pengetahuan yang berkembang pesat di Eropa sejak tahun 1400  sampai 1700 yang menandai masa renaissance. Riset dan observasi ilmiah  dikerjakan meniru riset dan observasi yang sudah menjadi kebiasaan ilmuwan-ilmuwan Muslim sepanjang abad ke 7 sampai abad ke 13. Pada abad ke 7  para perawi hadits memulai riset itu sebagaimana diajarkan nabi Muhammad Saw dengan mengumpulkan sumber berita tentang kebenaran dari ucapan Nabi Saw. Kemudian memutuskan kebenaran secara pertimbangan pendapat rasional oleh  Mu'adz bin Jabal dan Abu Musa Al-Asy'ariy yang diutus Nabi ke negeri Yaman.

Bila agama dan penngembangan ilmu pengetahuan saling mendukung antara  ucapan-ucapan nabi Muhammad dan pendapat para pengikutnya dalam penemuan-penemuan yang berkembang dengan sangat pesat, anehnya dalam  penemuan para ilmuwan Eropa selalu dihalang-halangi dan sangat  bertentangan dengan kaum agama (baca:doktrin gereja). Mengapakebenaran ilmiah tak sejalan dengan kebijakan agama dalam agama Kristen?  Para sejarawan mencatat dan menganalisis seperti ini: “Sebenarnya, gereja itu adalah sindikat, sebuah sindikat kekuasaan, otoritas tunggal dan cendcerung absolut. Gereja adalah kelompok tertutup, dengan kecenderungan tak mengakui selain dirinya(otoritas gereja) sebagai yang sesat. Gereja merasa diri jadi jurubicara Tuhan dan umat  manusia dan merekalah yang menguasai kebenaran. Mereka (gereja) melihat diri mereka paling-suci dan paling-lurus. Gereja mendefenisikan doktrin,  menegakkan tapal batas, dan memisahkan mereka yang beriman dalam versi mereka di sebuah tempat terpisah yang suci di mana hukum dengan keras diberlakukan.”

Inilah otoritads gereja yang memiliki kekuasaan yang sangat besar dengan nafsu duniawi yang juga besar. Kebenaran kaum ilmuwan dipandang  sebagai ancaman, pihak penguasa gereja melakukan penekanan dan tindakan kekerasan kepada para ilmuwan. Terlebih lagi jika ilmuwan itu  dianggap  menentang gereja. Karena itu, banyak  para ilmuwan Eropa awal  ditangkap, bahkan diburu seperti memburu binatang buruan. Lalu dimejahijaukan di  pengadilan gereja, yang akhirnya divonis  hukuman mati. Sebut saja nama-nama di bawah ini, Copernicus, Galileo Galilei, Bruno, dan masih banyak lagi nama-nama yang tak tercatat sejarah.

 

*************

Pang Ramli dan Pang Abu, dua pang (panglima) yang bertemu di Lamduro, begitu Pang Ramli keluar dari hutan Tungkop. Belum Pang Ramli beristirahat dengan cukup, pertempuran berkobar di kampung Cot Paya. Pasukan kaphe-kaphe Bewlanda membakar rumah-rumah yang ada di Cot Paya. Pasukan kaphe-kaphe Belanda  menutupjalan keluar darikampung Cot Paya, sehingga rakyat yang terkepung api dibiarkan terbakar hidup-hidup. Melihat tindakan biadab kaphe-kaphe Belanda ini, Pang Abu dan pang Ramli mengerahkan pasukannya menembaki tentara kaphe-kaphe Belanda di Cot paya. Pertempuran pun pecah di Cot Paya. Tembakan pasukan Pang Ramli dan Pang Abu dibalas tembakan pasukan Marsose. Rakyat yang mendapat jalan untuk menyelamatkan diri, kocar-kacir keluar dari  rumah-rumah yang membara terbakar api itu. Tapi tiga puluh rakyat terbakar hidup-hidup dan ini yang membuat makin kerasnya perelawanan pang Abu dan pang Ramli. Dengan pertempuran sengit dan pengalaman Pang Ramli dari hutan Tungkop,  kampung Cot Paya jadi kuburan  kaphe-kaphe  Belanda, mayat-mayat kulit putih dan kulithitam (kaphe –kaphe Belanda dari Ambon)  berserakan sehingga membentuk garis medan di sepanjang rel kereta api yang membelah  Cot Paya.

Pertempuran di   Cot  Paya dipimpin oleh A.M Goorhoff  yang membawa beberapa ratus  tentara pendukungnya. Pasukan Pang Abu dan Pang Ramli masuk dari desa  Baet dan Blang Krueng. Apiterlihat menyala darijauh, asapnya mengepulkan warna hitam. Jeritan rakyat yang terkepung tentara kaphe-kaphe Belanda dan api yang terus berkobar membakar siapasaja yang ada di dekatnya. Pasukan Pang Abu langsung menusuk serangan dari desa Baet. Pasukan Pang Ramli dari Blang Krueng. Karena kobaran api yang begitu panas, menerima serangan Pang Abu dan Pang ramli, pasukan kaphe-kaphe Belanda panik. Serangan yang  bertujuan  memukul mundur kaphe-kaphe Belanda yang berada di desa Cot Paya, akhirnya menuaihasil gemilang. Komandan tempurnya, A.M. Goorhoff pun tewas berkalang tanah.

Pang Abu dan Pang Ramli beserta pasukannya berhasil menduduki desa Cot Paya. Batalion A.M Goorhoff porak-poranda. 97 tentara tewas, dan 25 tentara kaphe-kaphe Belanda ditawan para mujahidin Aceh. Sementara 12 tentara kaphe Belanda kabur melarikan diri. Pang Ramli  melakukan pengejaran terhadap tentara kaphe Belanda yang melarikan diri tersebut.  Sesampai di desa Lampineung ke 12 tentara kaphe itu mengobral tembakan kepada mujahidin-mujahidin Tanah Perlawanan.  Tiga orang anak buah Pang Abu syahid seketika, dan dua orang terluka dan dilarikan kedalam hutan Tungkop.Pertempuran seru terus berlangsung di Lampineung. 5 tentara kaphe Belanda tertembak.Sisanya akhirnya menyerahkan diri. Tiga dari 5 tentara kaphe Belanda itu akhirnya mati.

Nafas para mujahidin Aceh yang terengah-engah di Lampineung, adalah nafas surga yang terdengar sampai ke ‘Arsy. Pang Abumembaca syair yang membuat  semangat mujahidin perang Aceh tak pernah surut:

 

Dirinya enggan orang lain tak disarankan, tunggulah dipendam dalam neraka

Dikira dapat melepaskan diri, di hari nanti depan Rabbana

Semisal hadith Nabi kita, dengarlah teungku semua

Man katana 'ilman al-janahu'llahu ta'ala bilujamin mina'naari

Barangsiapa menyembunyikan ilmu Allah, disumpal ke mulut api neraka

 

Itulah hadith Rasulullah, disampaikan kepada ummat semua

Yang percaya mendapat tuah, yang mengubah mendapat hina

Agama kurang perniagaan punah, menyata sudah akhir dunia

Para ulama hanya memikirkan menerima upah dan pusaka

Berdiam di kampung dalam keseronokan, suruhan Tuhan disepikan saja

 

Dalih dicari berbagai cara, agar tak serta dalam perang Belanda

Jalan sabil semestinya, disambut lekas serta-merta

Jika tidak demikian, tunggulah dipanggang dalam neraka

Mendapat siksa yang amat pedih, yang tak mau memerangi Belanda

Sekalipun ia raja Quraisy, walau ahli-ahli Sayidil Anbia

 

Teungku kini telah dikecoh setan, memandang sepi perang Belanda

Merasa lebih tinggi dari Nabi yang memerangi musuh sepanjang masa

Kukatakan ini umpama, anak negeri tua-muda

Guru tercinta adik-abang, kita dan orang lain tiada beda

Jangan kecewa dengan perkataanku, banyak begitu yang ulama

 

Sebelah timur sampai Peusangan, tiada yang mengimani kalam Rabbana

Banyak ulama dikaruniai Tuhan, kitab Qur'an bagai air bah

Banyak jumlahnya sedikit yang menghayati, takut menghadapi kafir Belanda

Jarang-jarang yang beriman tangguh, hanya dialah lain tiada...

 

...Disuruh ibadat tak pernah alpa, memerangi kafir tiada reda

Ibadat utama hanya perang sabil, tiada yang lain padanannya

Firman tuhan Rabbul Jalil, hadith Nabi Sayidil Anbia

Jalan terbaik menghadap Rabbi, hanya perang sabil lain tiada

Begitu wasiat Sayidil Anbia, disuruh lawan kafir Belanda...

 

...Jangan lagi demikian wahai taulan, menjadikan rekan kafir Belanda

Kafir celaka harus dilawan, musuh Tuhan dengan Mustafa

La Ilaha Illallah, kembali kisah ujung ayat

Muhammad Rasullah, sungguh indah perang dibangkit

Tak ada yang sama suatu pun, dengan perang sabil wahai sahabat...

 

...Wahai saudara adik dan abang, dengan dagangan jangan lalai amat

Walau banyak gedung emas berpeti, sendirian kita di dalam kubur

Jika bukan mati di dalam perang, wahai abang sakit amat

Sembilan ribu bala yang datang, kesakitan nyawa dalam jasad

Satu persatu bala itu diberi, seribu kali ditetakan yang kuat

 

Dihantam pedang seribu kali, pikirkan akhi menderita sangat

Sembilan ribu yang seberat itu, datang ke situ menyiksa jasad

Adakah sakit lebih dari itu, hai budiman camkan sangat

Mati dalam perang Sabilillah, teungku bertuah senanglah sangat

Tamsil minum selagi haus, seolah begitu hanyut lezat...

 

...Bukalah semua hidayat, setiap tempat kafir diperangi

Kalahkan dengan cepat, dengan mukjijat Penghulu Nabi

Beserta doa segala sahabat, yang yakin amat dengan perang ini

Berkat doa segala Syaikh, semoga menyingkir kafir ini

Tamat hikayat hari selasa, waktu dluha naik matahari

 

Tarikh seribu tiga ratus, lagi dua puluh hijrah Nabi

Dua puluh tujuh bulan Muharram, hamba selesaikan o ya sayidi

Semoga Allah melimpahkan rahmat-Nya kepada sebaik-baik ciptaan-Nya

Muhammad dan para keluarga serta sahabat beliau sekalian

Ya Tuhan Rabbal 'Alamin.

Amin  (Bersambung)

Category: 

SCROLL KE BAWAH UNTUK MEMBACA BERITA LAINNYA


loading...

Related Terms



loading...

Baca juga


Loading...