11 December 2017

Semangat Jihad Semakin Membara 1890 – 1895 (11

Episode  11
Aceh – Dunia Yang Sedang Dicari Kaphe Belanda  
Bagian Pertama
11
.
Aceh dunia yang sedang dicari kaphe Belanda , maka sebelum Belanda mencari Aceh, ternyata – Malaka juga dunia yang sedang dicari kafir Portugis. Manuel I, Raja Portugis sudah mengantongi nama Malaka sejak lama. Ia mendengar kabar kemakmuran Malaka yang ramai para pedagang, kerajaannya didirikan oleh seorang raja turunan Sriwijaya yang bernama Parameswara. Namun saat Malaka – dunia yang sedang dicari kafir Portugis, kerajaan Malaka diperintah oleh Sultan Mahmud Syah.   Raja Portugis Manuel I mengutus Admiral Diogo Lopes de Sequeira menuju  ke Malaka untuk menjalin persekutuan dagang dengan sultan Mahmud Syah dan meletakkan Admiral Diogo Lopez sebagai wakil Portugis di timur India.
 Maka dipersiapkanlah kapal, dipersiapkan bekal dan para awak kapal guna menjelajahi laut Tengah, Selat Gibraltar, Lautan Atlantik, lautan Indonesia (Dulu lautan Hindia ). Setelah berbulan-bulan berlayar di tengah lautan dengan segala kebosanan, ketidaksabar (untuk ingin menjajah) , segala janji-janji kanibalisme dalam otak seluruh para pelaut juga janji-janji kanibal (baca: Imperialisme dan Kolonialisme) Raja Portugis,Manuel I, maka sampailah     Sequeira di Malaka pada 1509. Begitu melihat Malaka yang ramai, penuh pedagang, makmur (gemah ripah loh jinawi) dan sambil melihat-lihat kekuatan sang Sultan Malaka, apakah bisa direbut kekuasaannya atau kalau perlu di”kanibal’ saja, alias dibunuh dan dimakan segala harta kekayaannya, hasil kekayaan  negerinya kalau perlu sultan digorok lehernya dan  dimakan dagingnya. Inilah siat kanibal penjajah kafir Portugis dan Spanyol saat itu.
Ternyata Diogo Lopes de Sequeira  adalah  si “mata biru”  pertama yang menginjakkan kakinya di Malaka dan Asia Tenggara. Tetapi nanti akan kita saksikan pula bahwa Kejatuhan Malaka ini menjadi pintu masuknya kolonialisasi Eropa di kawasan Nusantara. Dengan hati berdebar-debar , nafsu ingin menguasai yang memuncak, tapi ditahan dulu didalam hatinya. Karena ia ingin memperlihatkan citra baik orang-orang Portugis di kesultanan Malaka. Maka kedatangan Sequira  disambut baik oleh Sultan Malaka, yaitu Sultan Mahmud Syah.
Beberapa hari saja Sequira beranjangsana dengan sultan Malaka, di Goa (India) pecah pertempuran antara Muslim dan kaum Kristen yang baru beberapa puluh tahun saja memasuki Goa, dengan masuknya kaum Kristen dari Portugis di kesultanan Goa, India dan beberapa gelintir penduduk setempat yang dibaptis menjadi pemeluk Kristen. Kesultanan Goa yang telah ditaklukkan Portugis yang kemudian pecahnya pertempuran terbuka di kalangan pemeluk Islam dan Kristen yang akhirnya utusan masyarakat muslim internasional bersegera mendatangi sultan Malaka dan mengingatkan sultan bahwa hati-hati dengan tamu baru anda,  mereka adalah  adalah ancaman bagi keselamatan sultan dan kerajaan Malaka. Bahkan masyarakat Muslim internasional menyebut para pelaut Portugis tersebut sebagai “Ancaman  Maut”.  Jangan diharap kesultanan Malaka dapat hidup, jika telah ditabuh generang perang antara Portugis dan Malaka.mendengar peringata dari utusan Muslim Internasional (Asosiasi Saudagar Muslim Internasional), Sultan Mahmud  menangkapi  anak buah Sequeira, lalu membunuh sebagian dari mereka. Empat kapal Portugis yang bersandar di pelabuhan Malaka, diserang oleh kekuatan tentara Malaka. Dengan terbirit-birit dan penuh ketakutan  keempat kapal Portugis itu meloloskan diri. Akhirnya Portugis mengambilhikmah daripengalaman perseteruan antara Muslim dan Kristen di istana kerajaan Goa, India. Raja Manuel I langsung dengan tegas mengambiol sikap:”Menyerang, menguasai dan menaklukan, adalah  satu-satunya cara untuk menguasai Malaka. Tak a da cara lain!

Sementara di seberang lautan, Portugis dan kesultanan Aceh mengalami pasang naik pergolakan yang membuat para penaklukPortugis makin frustasi. Sultan Aceh lebih memiliki strategi dan kemampuan memandang fenomena internasional dibanding kesultanan Malaka yang abai terhadap ancaman kafir-kafir Portugis yang sudah menjadi  hal yang jamak di bumi bagian barat, seperti  Goa (India), Tanjung Harapan (Afrika Selatan) , Marokko (Selat Gibraltar) sampai takluknya Andalusia (kesultanan Muslim terakhir di Spanyol) pada bulan November tahun 1491.
Tahun 1482 pecah  pertempuran antara Kerajaan Kristen Spanyol dan  Granada (kesultanan Muslim terakhir Spanyol).  Jumlah  tentara kesultanan islam  Granada sungguh mengenaskan, mereka kalah jauh disbanding kekuatan raja Ferdinan, pasukan Kristen Spanyol. Akan tetapi semangat tempur tentara Granada dan didukung masyarakat  Negara Granada luarbiasa heroik, apalagi dibanding jumlah tentara kafir Spanyol yang besar, tetapi bersemangat tempe, sekali tebas langsung kalah mental. Inilah yang dimaksud dengan mental tempe yang diucapkan presiden Soekarno selama ini. Tentara Muslim Granada berperang dengan penuh keberanian. Bahkan seorang sejarawan Spanyol mengatakan, “Tentara  muslim Granada mencurahkan seluruh jiwa raga  dalam peperangan, mereka bertempur habis-habisan layaknya pasukan Thariq bin Ziyad saat akan menaklukkan Spanyol di tahun 711.  Masyarakat sipil Muslim Granada, juga tak kalah heroik  mempertahankan tanah air mereka serta mempertahankan kekuatan  Islam di Spanyol,  tanah Eropa yang sudah 7 abad di bawah kekuasaan Muslim.
Akan tetapi, walau kehebatan tentara Muslim Granada tak pernah mau menyerah, dan berjuang sekuat-kuat kekuatan dan semangat mereka,  akan tetapi kafir-kafir Spanyol yang Kristen baru mengerti apa itu  bersatu padu. Mereka  tak mau 1 lagi berpecah belah seperti  di masa lalu. Halyang jauh keadaannya dengan   Granada yang tak henti hadapi pergolakan politik, perpecahan kekuasaan muslim dimana para gubernur  saling sikut, ambisi kekuasaan yang menggebu-gebu bahkan di dalam negeri kesultanan Granada berupaya keras saling melengserkan satu sama lain. Hancurnya pula, mentalitas sebagian kaum Muslim Granada memerankan diri mereka sebagai mata-mata Kristen dengan diiming-imingi emas atau uang, tanah, dan lain sebagainya. Dan puncak dari segala pengkhianatan terhadap sesama Muslim di Granada adalah pemberontakan  Sultan Muhammad, anak dari Sultan Granada, terhadap ayahnya yang menjadi sultan pada 1483. Pemberontakan anak ini memicu terjadinya perang sipil di dalam negeri.Akhirnya tahun 1491, Granada dikepung pasukan-pasukan Kristen Eropa. Dari menara istananya, Muhammad, anak dari sultan yang berkuasa (putra mahkota yang memberontak kepada kekuasaan ayahnya)   menyaksikan pasukan Kristen dalam jumlah yang besar telah mengepung  Granada. Muhammad , sang putra mahkota pengkhianat yang malang itu dipaksa untuk menandatangani surat penyerahan Granada kepada pasukan sekutu Kristen. Peristiwa ini terjadi pada November 1491.
Sultan Aceh sangat paham dengan segala trik-trik kafir Portugis dan Spanyol dari penaklukan Granada, kerajaan terakhir Muslim di tanah Iberia (Spanyol Muslim). Akan tetapi Sultan Malaka, agaknya tidak memiliki rekaman sejarah kehancuran Muslim Spanyol dalam memori (otak)nya.

Maka di bulan  April 1511, Afonso de Albuquerque membuang jangkar di pelabuhan Goa dan bertolak menuju Malaka. Di dalam delapan belas buah kapalnya  terdapat  1200 tentara yang siap menghancurkan Malaka. Inilah yang  dimaksud oleh Komunitas Saudagar Muslim internasional dengan “Ancaman Maut”. Sebagaimana ancaman maut yang telah diderita oleh kesultanan terakhir diSpanyol, yaitu kesultanan Granada.  Sesampainya di tanah Malaka, Afonso de Albuquerque  mengajukan bahkan memaksakan kehendak bahwa sultan Malaka harus memberi izin mendirikan sebuah benteng sebagai pos dagang Portugis di dekat kota Malaka.  Sultan Mahmud Syah langsung saja menampik pemaksaan kehendak Alfonso de Albuquerque  itu.  Sedemikian hebatnya nafsu de Albuquerque , maka pecahlah pertempuran baru antara Portugis, si tamu yang tak tahu sopan santun itu dengan tentara kesultanan Malaka. Kedua kekuatan itu terlibat  bertempur 40 hari. Karena kalah mental dan kalah semangat berperang dan dikalahkan s9iat licik tentara kanibal ( baca: Imperialisme dan Kolonialisme Portugis), akhirnya  Malaka  direbut  Portugis di titimangsa  24 Agustus 1511. Kembali terulang jatuhnya kesultanan Granada, Perseteruan kekuasaan yang sengit antara Sultan Mahmud dan puteranya Sultan Ahmad ikut melemahkan kesultanan  Malaka. Maka pada bulan April Malaka pun terkubur selama-lamanya di bawah kekuasaan kafir-kafir Portugis. Seperti terkuburnya Grada di bawaha penaklukan Spanyol, Raja Ferdinand dan Ratu Isabel.
Setelah kesultanan Granada hancur dikalahkan kerajaan Castilia yang dipimpin Ferdinand, maka prinsip kehidupan berdampingan yang di Spanyol dikenal dengan istilah“convivencia” , yaitu antara agama-agama di Iberia hancur pula. Kekuasaan Kristen yang menang ini ,  melahirkan  Dekret Alhambra di titimangsa 1492 . Isinya memuat peraturan bahwa  orang-orang Yahudi harus menjadi Katolik; jika menolak, mereka harus hengkang dari Spanyol. Di titimangsa  1501, (10 tahun sebelum ditaklukkannya Malaka) semua Msulim  di kesultanan Granada wajib masuk agama Katolik,  menolak  diusir dari Spanyol. Di titimangsa 1526, kebijakan penguasa kanibal Kristen ini telah merata diterapkan di Spanyol. takluknya Granada (merdekanya kaum kanibal Kristen Spanyol) setiap tahun merayakan kemerdekaan yang dilaksanakan  oleh Dewan Kota Granada. Parlemen kanibal Kristen Granda menyatakan bahwa  Perang Granada adalah  perang terakhir dalam upaya Reconquista di Spanyol. Kini mereka akan melakukan Reconquista atau penaklukan di seberang lautan, yaitu di setiapnegeri Muslim yang diduduki dan dijajah dan diperintah di bawah panji—panji kanibal (Imperialisme dan Kolonialisme) Spanyol dan Portugis yang akan menguasai seluruh dunia.

Kanibalisme ( imperialism dan kolonialisme)  dimaklumatkan  di Paris, Perancis di titimangsa  1830-an, saat itu berkuasa Napoleon Bonaparte.  Istilah ini diperkenalkan  penulis Inggris guna menerangkan dasar-dasar perluasan kekuasaan yang dilakukan oleh Kerajaan Inggris.  Inggris  mengatakan bahwa bangsa Inggrislah  yang paling berkuasa (Greater Britain) . Ini mereka kemukakan dengan alas an bahwa kerjaan Inggris  telah  menguasai dan menjajah di banyak wilayah di bumi, yaitu benua Asia dan Afrika.
Raja Inggris saat itu mengatakan bahwa:” penjajahan bertujuan guna membangun masyarakat yang dijajah dan terbelakang  serta ini dilakukan untuk kemajuan dunia. Kanibalisme gaya baru ini , yaitu Imperialisme dan kolonialisme mengacu  pada sistem pemerintahan dan  hubungannya dengan  ekonomi dan politik negara-negara kuat, kaya dan berkuasa di atas dunia. Tujuan awalnya Negara-negara tersebut menguasai negara-negara Muslim  yang dianggap terbelakang,  miskin  untuk dieksploitasi sumber-sumber alam dan sumber daya manusianya    guna menambah kekayaan dan kekuasaan negara penjajah (baca: Untuk kejayaan Negara-negara kanibal Kristen di atas sejumlah besar umat Muslim dunia).
Kanibalisme gaya baru ini (Imperialisme dan kolonialisme) selalu  menonjolkan sifat-sifat keunggulan  bangsa barat atas bangsa timur. Selain memperkaya (menambah keuntungan ekonomi, ada  satu kepercayaan satu  bangsa lebih mulia dari bangsa lain. Ini hanyalah pengejawantahan dari sifat-sifat kanibalisme (suka makan daging manusia) bangsa-bangsa Barat / Eropa  yang mereka sebut dengan ethnosentrism.  Sebagai contoh nyatanya adalah  Jerman (Arya)  serta Italia. Jerman dikenal dengan istilah Fuhrer, atau German Über alles (Bangsa Jerman di atas segalabangsa)
Pada awalnya,  imperialism  dan kolonialisme hanya  bertujuan untuk menyebarkan agama Kristen, menyebarkan apa yang menjadi kehendak bangsa-bangsa Barat  kepada bangsa Muslim di seluruh dunia.  Akan tetapi upaya itu gagaltotal,yang muncul ke permukaan hanyalah kekacauan demi kekacauan, peang dan pembunuhan serta  genosida (pemusanahan) suatu bangsa, seperti yang terjadi pada bangsa Amerika asli,m Australia asli dan Selandia Baru asli dan masih banyak lagi bangsa-bangsa yang nyaris punah oleh kanibalisme Eropa (Imperialisme dan Kolonialisme) yang membawa  agama sebagai alat justifikasi (pembenaran)nya.  
Sultan serta seluruh bangsa Aceh, sangat mengerti tentang semua ini. Karena itu mereka tak pernah mau takluk dan tunduk kepada kekuatan-kekuatan kaphe-kaphe Belanda atau kepada kaphe-kaphe lainnya yang ingin mencaplok Aceh dan mengeksploitasi hasil kekayaan, baik kekayaan bangsa Aceh, apalagi kekayaan hasilbumi Aceh. (Bersambung)

 

Category: 

SCROLL KE BAWAH UNTUK MEMBACA BERITA LAINNYA


loading...

Related Terms



loading...

Baca juga


Loading...