25 February 2020

Semangat Jihad Semakin Membara 1890 – 1895 (03

Aceh – Dunia Yang Sedang Dicari Kaphe Belanda (03

Episode 3

Bagian Pertama

 

3

Sebenarnya lahirnya kerajaan  Sriwijaya dan munculnya agama Islam di Jazirah Arab, bersamaan. Dapunta Hyang berkuasa sekitar tahun 671  hingga 702 Masehi, pun tak lama kemudian  agama Islam bangkit dijazirah Arab, tepatnya di kota Mekah. Sewaktu terjadi  Perang Salib yang menghebohkan itu di seluruh Asia Barat  (sekarang orang menyebut Timur tengah karena terpengaruh pandangan Eropa dan Amerika terhadap peta dunia) dan khususnya Palestina, kerajaan pertama di Indonesia ini pun sudah mengalami masa surutnya. Dapunta Hyang Jayanasa menjadi raja kerajaan Sriwijaya. Dapunta Hyang terkenal kuat dan sangat berpengaruh diseluruh Nusantara yang meliputi Jawa, Kalimantan, Sulawesi sampai ke  Nakhon Si Thammarat, Bangkok, di mana  ditemukan Vihara Wat Phra Mahathat. Sampai juga pengaruh kerajaan Maritim besar dan terkuat ini ke Vietnam, Kamboja  dan juga ke negeri China. Semua Negara yang disebutkan di atas gentar dan tiada berdaya bila berhadapan dengan militer Sriwijaya di lautan.  

Selain  Thailand,  di Filipina di bagian timur terdapat sebuah kota bernama Srivijay, sebagai bukti bahwa kekuasannya begitu luas. Bahkan pengaruh kekuasaan  Sriwijaya ini sampai ke pesisir Afrika Selatan dan pulau Madagaskar, dimana banyak ditemukan sisa artefak dari tanah liat mirip dengan artefak (peralatan) yang banyak digunakan semasa zaman kerajaan Sriwijaya.   Para sejarawan dunia menyebut,   pelaut Sriwijaya sudah menambang emas dan logam  hingga ke Afrika jauh sebelum bangsa Eropa menemukan Tanjung Harapan di  Afrika Selatan.   Di bagian selatan batas kekuasan Sriwijaya meliputi  pulau Jawa sampai ke  pulau Bali dan Nusatenggara. Di Jawa situs terbesar  Candi borobudur merupakan bukti otentik peninggalan mereka, karena hampir dipastikan 100 % penguasa Jawa adalah beragama Hindu. Sedang Candi Borobudur adalah artefak tempat peribadatan kaum Budha yang menurut para peneliti dibuat oleh kerajaan Sriwijaya. . Nah batas tertinggi di utara ditemukan banyak bukti peninggalan Sriwijaya (siwicahi) di Thailand Selatan (Surat Thani) dan pulau Srilangka, di selatan India.

Sejarah emas kerajaan maritim terbesar dunia Sriwijaya ini adalah saat  Sri Maharaja Balaputradewa memegang tampuk pemerintahan. Sehingga kerajaan ini begitu banyak meninggalkan jejak sejarah dibanyak tempat dan wilayah di Nusantara sampai ke pantai Afrika, Srilangka dan di Thailnad.

Abu Pang,Mat buket,  Mahmud dan Abdullah Pidie berbincang di saat ronda di pos mereka di pintu masuk ke dalam hutan di Lam Pisang. Tempat mujahidin-mujahidin Aceh bersembunyi dan ketika malam tiba, mereka bagaikan tikus. Keluar dan menyasar tempat-tempat kaphe-kaphe Belanda menyimpan makanan, menyimpan senjata, Makanan dan senjata dimakan oleh tikus-tikus gerilya Aceh, bahkan orang-orangnya juga dimangsa, sehingga tikus-tikus gerilya yang sangat pintar ini, kabur ketika prajuritkaphe-kaphe Belanda meregang nyawa saat sakratul-maut.

Kaphe –kaphe Belanda seperti mainan-mainan tikus gerilya itu, karena saat mereka tertidur lelap, sang tikus datang.Ketika mereka jaga, sang tikus tidak ada di tempat. Dan pertempuran demi pertempuran berkecamuk bagai pertempuran sporadis yang tak pernah direncanakan, sebagaimana banyak perang-perang yang terjadi di Eropa.

Ini disebabkan karena tikus-tikus gerilya Aceh memanfaatkan mata rabun malam kaphe-kaphe Belanda yang bermata biru, atau kelelahan kaphe-kaphe Belanda dari Ambon, Manado,Jawa dan Nusatenggara.  

Sewaktu Islam  baru melahirkan benih-benih  kekuatannya di Tanah Hijaz pada abad ke 6, benih-benih kerajaan  Sriwijaya pun bangkit pula dan tak mengenal adanya masing-masing peradaban yang  saling memuncul (mencuat) kan  kebangkitan didua tempat yang berbeda, saling tersembunyi di territorial masing-masing. Kota Mekah dan kota Palembang.   Palembang pun lahir dan berkembang menjadi  negara maritim disegani kawan dan lawan. Sriwijaya saat itu menjadi Superpower  negara Maritim yang menguasai perairan di Laut Malaka, samudra Hindia, laut Jawa, laut Cina Selatan, laut Sulawesi , lautan  Selatan Pulau Jawa.  Demikian besarnya kerajaan maritim ini, hanya ada satu kerajaan maritim ini  yang menguasai wilayah benua Asia yang begitu luas pada masa itu. Dan satu insiden yang cukup mengusik harga diri sang raja kerajaan Sriwijaya,  ketika  raja Kamboja pernah berkata dihadapan para menteri saat makan malam :” Aku menginginkan kepala sang raja Sriwijaya ada dalam piring makanku ini”. 

Langkah tak dapat ditarik, ucapan tak dapat disembunyikan, kata-kata  raja Kamboja itu sampai ke telinga raja Sriwijaya. Begitu tersinggungnya perasaan sang raja negara superpower negara Maritim di Asia ini, ia mengirim pasukannya ke kerajaan  di Kamboja itu. Dalam waktu singkat kerajaan besar Kamboja itu pun takluk, dan masuk wilayah jajahan kerajaan Sriwijaya. Penyerbuan yang memakan waktu sangat  singkat itu menyebabkan  dihukum matinya raja Kamboja yang kurang ajar itu. Ternyata Sriwijaya juga pernah mengadakan invasi ke daerah selatan dinasti Cina.

Kerajaan Mongol di bawah pimpinan Jengis Khan dan Holagu Khan dan para penerusnya takut bersaing dengan Sriwijaya. Pernah mereka mencoba mengirim kekuatan ke wilayah kekuasaan Sriwijaya di laut Malaka. Mereka bermaksud mau mengadakan invasi ke kerajaan Jepang, namun begitu lewat selatan malaka, dua kali kekuatan armada superpower di daratan Asia itu dihancurkan oleh kekuatan Sriwijaya.
 

Dan di masa kekuatan Superpower Mongol ini mencoba menusuk Sriwijaya daribelakang bekerjasama dengan raja Singosari di selatan pulau Jawa, justru maksud penikaman Sriwijaya dari belakang, utusan kerajaan Mongol semua kuping mereka dipotong oleh Singosari. Singosari mempermalukan kerajaan Mongol ini sebagai awal lahirnya pengganti  Sriwijaya yang tak lama setelah kejadian itu pun surut. Majapahit muncul di selatan pulau Jawa dan sunyi-senyaplah kedigdayaan kerajaan Sriwijaya di seluruh wilayah yang pernah dikuasainya.   
Namun mari kita ceritakan sedikit sebelum runtuhnya Sriwijaya.  Raja paling akhir kerajaan maritime ini melarikan diri ke Malaka. Di Semenajung Malaka,   Parameswara , Raja terakhir sriwijaya menjadi raja pertama kerajaan Malaka di MalaysiaSementara  kerajaan Sriwijaya di ambang kehancurannya, akibat intrik keluarga dan invasi kekuatan dari luar yang memecah belah kekuatan negara superpower  maritim ini pada 1405. Kerajaan ini menjalin kerjasama dengan Dinasti Ming dari Cina, dan masa emas Malaka, yang menjadi superpower maritim  kdua setelah Sriwijaya, maka Malaka menjadi pusat perdagangan di Asia Tenggara, dan juga menjadi salah satu pangkalan armada Dinasti Ming.

Pasai dan Malaka menjadi awal dari kejayaan Islam di Asia Tenggara.Sebelum kejayaan Islam di negeri Datuk Mamaku, Mabuhay Filipina di atas serakan lebih dari 7.107 pulau dengan luas total daratan diperkirakan 300.000 km²  hancur lebur digenosida oleh penjajah kaphe-kaphe Spanyol. Raja Parameswara akhirnya memeluk Islam dan memerintah dengan gelar Sultan pada raja kedua, yaitu Raja Iskandar Syah.

Sriwijaya jadi kerajaan dagang terbesar di Asia Tenggara,  bongkar muat barang dagangan di pelabuhan sungai Musi Palembang, arus masuk dan keluar kapal dagang di  Selat Malaka, Selat Sunda, dan Laut Jawa, Laut Natuna menjadi pandangan biasa di zaman Sriwijaya. Kapal-kapal dagang tersebut berasal dari Cina, Eropa,Turki, negara-negara Afrika Utara yang kesemuanya menghidupkan kebesaan kejayaan negara superpower maritim di zamannya tanpa ada yang menandingi di wilayah ini. Sementara di wilayah barat, negara maritinm Turki juga meramaikan arus lalulintas perdagangan di Laut Arab, laut Tengah dan Lautan Hindia. Dengan demikian Sriwijaya adalah kerajaan internasional yang menguasai perdagangan nasional dan internasional dan denan memiliki    armada angkatan laut yang kuat Sriwijaya mendeteksi dan  mengawasi perairan di Nusantara yang merupoakan wilayah kekuasaannya.

Di saat Sriwijaya berdiri dan jayanya, di Aceh Timur berdiri sebuah kerajaan Islam Peureulak. Berdiri tahun   840 dan runtuh tahun 1292. Kerajaan ini dikenal dengan nama Negeri Perlak, posisi kerajaan yang strategis menjadikan  Perlak berkembang sebagai pelabuhan niaga yang maju pada abad ke-8. Kapal-kapal Arab dan Persia selalu datang dan pergi serta bongkar muat barang dagangan tanpa henti siang dan malam. Di wilayah ini berkembang masyarakat Muslim pertama di Nusantara, yang menjadi cikal bakal masyarakat Aceh yang dengan sengit berperang melawan kaphe-kaphe Belanda 10 abad kemudian.  Pedagang-pedagang Arab dan Persia yang tak membawa istri alias ‘jomblo’  ke Peurelak, melakukan perkawinan dengan perempuan setempat. Perkawinan laki-laki dari Arab dan Persia ini melahirkan masyarakat Muslim pertama dari anak-anak mereka yang kemudian berkembang pesat menjadi komunitas masyarakat muslim Asia Tenggara yang menguasai daerah Pasai, Daya, Pidi, Perlak yang sudah runtuh,Benua, Lingga, Malaka sampai pesisir barat pulau Sumatera dan juga pesisir Timur.  

 

Bersamaan dengan runtuhnya Peurelak / Perlak di tahun 1267, terlihat pula mulai surutnya hegemoni Sriwijaya,  di saat belum menemukan Malaka sebagai ganti dari runtuhnya Sriwijaya sebagai kerajaan pusat. Di Aceh, muncul kerajaan Pasai sebagai ganti kerajaan  Peurelak yang sudah lelah dan lemah menguasai daerah Timur Aceh.  Keberadaan masyarakat Islam terus berkembang, sementara keluarga kerajaan Sriwijaya pun secara diam-diam bergabung menjadi masyarakat Muslim, mereka  masuk secara perorangan  atau kelompok.

 

Pada tahun 1267, Marah Silu yang bergelar Sultan Malik as-Saleh mendirikan kerajaan Samudera Pasai di Tanoh Aceh. Keberadaan kerajaan Pasai terdeteksi dari Rihlah ila l-Masyriq (Pengembaraan ke Timur), sebuah kitab yang ditulis oleh pengembara Abu Abdullah ibn Batuthah (1304–1368), asal  Maroko. Ibnu Batutah singgah ke Samudera Pasai  pada tahun 1345. Rembesan masyarakat Islam dari bagian utara pulau Sumatera ini terus menjalar ke selatan, Batak, Minang, Riau, Jambi, Palembang sampai ke Bengkulu dan Lampung dan menyeberang ke pesisir pantai Jawa bagian barat.

 

Hikayat Aceh bercerita tentang munculnya sebuah kerajaan Islam yang didirikan oleh komunitas Syi’ah, Sultan Alaiddin Syed Maulana Abdul Aziz Shah raja pertama yang memerintah kesultanan Peurelak.  Hikayat Aceh juga mengungkapkan penyebaran Islam pertama di Sumatera bagian utara disebarkan  oleh Syaikh Abdullah Arif seorang ulama Arab beraliran Syi'ah   di tahun 506 H atau 1112 M. Alauddin  atau Alaidin Syah yang memerintah Peurelak antara tahun 520–544 H atau 1161–1186 M. Marco Polo petualang dari Venesia , Italia pulang dari Cina melalui laut pada tahun 1291, sempat mampir di negeri Ferlec yang sudah memeluk agama Islam. Ferlec maksudnya Peurelak. 

  Zhao Rugua mengutip catatan seorang ahli geografi yang bernama  Chou Ku-fei, bahwa ada sebuah negeri orang Islam pada tahun 1178 di Sumatera bagian Utara jaraknya hanya lima hari pelayaran dari pulau Jawa. (Bersambung)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...