20 March 2019

Sajak Remmy Novaris DM

LAWAS

tak ada lagi yang tersisa. kecuali ampas
tapi masih juga kau ingin meretas tanpa batas
dan aku akan menerimanya dengan ikhlas
meskipun dada serasa sesak tak bernapas
tapi aku tak akan pernah terhempas
sekedar menempuh kenangan dengan napak tilas

tak ada memang kesetiaan yang lunas
meskipun harus dibayar dengan impas
apalagi untuk diurai dan diulas
kecuali memahaminya sebagai hari nahas
untuk tetap tertawa dengan lepas
jika kita tidak pernah saling menindas
dengan bahasa-bahasa yang lawas

jika semua itu tidak tertulis di atas kertas.

 

LA,2014

 

---------------

INSOMNIA

ada saatnya kau bermimpi dan ingin meraihnya
ada saatnya kau terjaga dan tak ingin melaluinya
terkadang di antara impian dan kenyataan
kau ingin berada di sana dan meyakininya
hinggga kau pun berada di antara tidur dan jaga

2014

--------------- 

 

PEREMPUAN BERGAUN JINGGA

perempuan itu melepas warna jingga dari gaunnya
melangkah bergegas menyeberangi senja di cakrawala
pada garis batas antara siang dan malam
sesekali perempuan itu bersijingkat, melompati
sisa-sisa mimpi yang membuatnya tersandung
pada lipatan-lipatan cahaya matahari
sebelum terkatup di pelupuk malam

perempuan itu telah menyampirkan gaunnya
yang tidak lagi berwarna jingga
seperti gadis jelita dengan pipi merona
ada cahaya yang memudar pada wajahnya
seulas senyumnya yang selalu tipis di sudut bibirnya
seperti menggoreskan kepedihan yang tersisa

perempuan itu telah melipat gaunnya menjadi malam
dan menyampirkannya di beranda yang kelam
di sana ia berharap rembulan dapat menyianginya
atau sebuah bintang mengerjab meskipun di kejauhan
setidaknya memberikan seberkas harapan
masih ada cahaya, meskipun redup tapi dimilikinya

L A - 2014

Remmy Novaris DM, penyair Jakarta yang terus berkreasi, berkesenian dan berbudaya dengan rambut peraknya. Sajak-sajaknya ini, sahaja dan menyentuh, dipetik dari facebook dirinya.

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...