22 September 2019

Sajak Jenar Untuk Rose Pandanwangi : Dionisius Sapto Nugroho

SAJAK JENAR UNTUK ROSE PANDANWANGI

Oleh : Dionisius Sapto Nugroho

Waktu kutulis sajak ini,Rose
Mungkin aku sudah tak di pulau yang pernah kita jumpa di atas selatnya
Jadi tak perlu kau simpan dalam lipatan ingatanmu
Betapa aku pernah memelukmu erat di dalam wangi air laut
Dan tiup angin barat menderu membalut tubuh kita gemetar

Aku Jenar adalah kelana penyair yang hidup dari kata kata
Lewat kata kata pula kukenal kau dalam kelam hujan lewat dini hari
Dan kutuliskan sayangku padamu dalam sajak sajak yang masih coba
Kubertahan untuk menyimpannya, entah dalam lipatan ingatan sepertimu
Atau dalam kelopak mataku yang berkabut putih

Mengenalmu , Rose
Adalah mengenal sekuntum mawar yang mekar dalam guratan badai
Wangimu itu,Rose, merebak melintasi benua benua dan samudera
Tentu kau masih ingat bau gandum basah di jantung Mid West Amerika Utara
Dengan tawa teman temanmu menggaung di padang kelana sabana Iowa
Tempatmu menyanyi dengan nada bening yang selalu membuatku tertegun
Sebuah kecupan di pipi, sebuah jabat tangan dan serangkai bunga
Bukankah kenangan indah yang selalu bisa kaututurkan pada anak anakmu kelak
Tentu tak perlu kau ceritakan kisah sebuah buku
Yang kau bersikeras mendapatkannya pun lewat tengah malam
Aih, Rose lihatlah
Betapa banyak sayang merasukimu

Aku tak tahu apakah kau sempat menuliskan sajak di atas muka daun maple
Yang terlambat gugur di musim dingin
Di kota yang kau kisahkan mempunyai empat musim dalam sehari
Ke kota itu aku ingin sekali menyusurinya langkah demi langkah
Melihat sudut sudut kota seperti yang tergambar dalam potret potretmu
Tentu saja tanpa dirimu lagi

Ya,Rose Pandanwangi mawar wangi yang semula mekar di tengah padang ilalang
Tak lagi terasing oleh helai helai kabut
Telah ada petani yang merawat tumbuhmu siang dan malam
Tanpa jarak tanpa kata kata hampa

Aku Jenar bersyukur akhirnya kau temukan taman bunga indah itu
Tak lagi padang ilalang, tempatmu memekar wangi
Tempatmu berdiri tegak menatap masa depan

Aku Jenar menuliskan sajak ini
Karena aku (pernah) mencintaimu

Stulang Laut-Johor Baharu, 2014.

*) Dionisius Sapto Nugroho, Seorang arsitek lulusan UGM yang punya hoby menuli puisi, saat ini tinggal dan berkarya di Batam.(K)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...