10 December 2019

Rumah Pintar Warisan Tak Ternilai Een Sukaesih

Konfrontasi - Tim perancang Rumah Pintar (Rumpin) Al-Barokah Een Sukaesih dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, menargetkan pembangunan rumpin akan selesai Desember ini.

Setelah pembangunan rumpin di Dusun Batukarut RT 01/RW 06, Desa Cibeureum Wetan, Kec. Cimalaka rampung, akan dilanjutkan dengan peresmian yang akan dilaksanakan Januari 2015.

“Insya Allah, target tercapai. Sekarang tinggal memasang genting, lantai keramik serta pengecatan. Kalau Desember pembangunannya selesai, peresmiannya bisa Januari,” tutur Ketua Tim Perancang dan Pembangunan Rumpin Al-Barokah Een Sukaesih dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, Lilis Widaningsih kepada “PRLM”.

Ia mengatakan, pihaknya juga ingin pembangunan Rumpin Al- Barokah secepatnya selesai dan digunakan untuk mewujudkan pesan dan cita-cita almarhumah sang guru kalbu dan pahlawan pendidikan tersebut.

Terlebih beberapa hari sebelum dirawat di rumah sakit, Een sempat berpesan langsung kepadanya untuk membantu menyelesaikan pembangunan rumpin tersebut.

“Makanya, saya ingin secepatnya selesai sehingga rumpin ini bisa segera digunakan untuk belajar anak-anak. Namun sayang, Bu Een sebagai perintis tak bisa menyaksikan langsung penyelesaian pembangunanannya termasuk peresmiannya. Meski demikian, semangat Bu Een sudah terpatri dalam diri semua anak didiknya. Mereka termasuk kita semua yang akan meneruskan perjuangan, mengelola dan memanfaatkan rumpin ini untuk kemajuan pendidikan, khususnya di Kab. Sumedang,” ujar Lilis yang juga Ketua Program Studi Pendidikan Teknik Arsitektur, Departeman Pendidikan Teknik Arsitektur, Fakultas Pendidikan Teknologi dan Kejuruan, UPI Bandung.

Untuk mempercepat penyelesaian pembangunan termasuk peresmian Rumpin Al-Barokah, kata dia, setelah tujuh hari meninggalnya Een, pihaknya bersama Pelindung Rumpin yang juga Staf Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN RB), Herman Suryatman serta Guru Besar UPI Bandung, Profesor Moch Surya akan membahasnya.

“Nanti, saya bersama Pak Herman dan Pak Profesor Surya akan bertemu untuk membahas pembangunan dan peresmian rumpin,” tuturnya.

Lebih jauh Lilis menjelaskan, pembangunan Rumpin Al-Barokah akan dibangun satu lantai dari rencana sebelumnya dua lantai.

Perubahan itu, dengan pertimbangan kondisi lahan di lokasi pembangunannya dinilai labil karena bekas galian pasir.

Sebagai gantinya, lahan rumpin akan diperluas 20 tumbak (280 meter persegi) dengan membeli lahan di samping rumpin.

Di lahan tambahan tersebut, akan dibangun rumah bambu sehingga nuansanya menyatu dengan alam. Rumah bambu, digunakan untuk tempat anak-anak berkreasi.

“Supaya bangunan rumpin juga menyatu dengan alam, di bawah bangunannya ada kolam ikan sehingga suasananya sejuk, nyaman dan alami. Kami juga sedang merancang bangunan museum Bu Een. Berbagai data, informasi maupun gambar tentang Bu Een, akan dipajang di museum tersebut. Sumber data dan informasinya, dari media massa serta sumber lainnya. Museum itu, untuk mengenang jasa-jasa dan pengabdian beliau. Bisa dibilang, museum ini ‘in memoriam’ Bu Een,” ucapnya.

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...