15 November 2019

RIP Reformasi

Juftazani

 

Apa yang terjadi ketika gejolak Reformasi membakar negeri
Di bawah bau amis darah Elang Lesmana dan kawan-kawan
Ada penumpang gelap menyertai awal perjalanan
Derak ranting patah dan Isak tangis Ibu pertiwi
Menangisi kepergian putra terbaiknya
Ke negeri sunyi


Air mata rakyat lebih banyak memberi pesan
Dari apa yang disodorkan semua kata
Zona militer untuk sipil dan mahasiswa yang tertembak di dada
Uneg-uneg jiwa yang terasa hampa

 

21 tahun ruh reformasi terbang ke angkasa
Meninggalkan jasad luka dikerubuti asing, aseng dan komprador lapar
Ibu pertiwi menangis menyaksikan benalu menghisap seluruh pori-porinya
Menggerogoti bersama belatung yang haus kuasa
Hari - hari kita jalani kini terasa sunyi
Diiringi langkah perih, pedih kita terasa kita melangkah sendiri
Kemana demokrasi yang dulu menghiasi hidup kami
Teringat Elang Lesmana, Hafidhin Royan, Heri Hartanto, dan Hendriawan Sie
Tertidur panjang dan tak lupa kirim doa akan Indonesia yang tengah merintih
Kami datang berbagi cerita
Tentang Indonesia yang makin menderita
Penumpang gelap Reformasi kini telah menguasai negara
Selangkah lagi kami turun esok lusa
Meneruskan titah perjuangan pemuda
Pahlawan bangsa

 

Tangerang, 21 Mei 2019

 

------------------------------

-----------------------
Juftazani, lahir di Pekanbaru, 11-11-1960. Menulis puisi sejak duduk di bangku PGA Negeri Pekanbaru 1974  - 1980. Lantas meneruskan tradisi kepenulisannya selama kuliah di Fak.Adab  (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta dari tahun 1981-1988. Tulisannya banyak dimuat berbagai media pusat dan daerah seperti PR,Bandung, Bandung Pos, Masa Kini Yogya, Berita Nasional Yogya, Haluan Padang, Padang, Riau Pos Pekanbaru, Republika,  Berita Buana, Media Indonesia – Jakarta dll. Berasal dari kedua orang tua penganut Tharekat Naqsyabandiah. Ketika ia tinggal di Yogyakarta, ia tertarik memasuki Tarekat Idrisiyah di Tasikmalaya dan diteruskan di Jakarta dari tahun 1988 sampai sekarang. Selama 25 tahun menjadi guru honorer Bahasa Inggris dari SD, SMP sampai SMEA Muhammadiyah di Ciputat, Tangerang Selatan.Ia kemjudian mengundurkan diri (berhenti) menjadi guru. Pernah menjadi ketua Lingkaran sastra Nukleus, UIN Syahid Jakarta 2003-2005. Lama menjadi  peneliti di Pusat Studi Islam dan Kenegaraan (PSIK) Univ.Paramadina Jakarta.Ia juga pernah menjadi editor di Penerbit Nuansa Cendekia Bandung. Setelah selesai bekerja sebagai editor, bekerja di harian RimaNews, Jakarta. Terakhir bekerja sebagai reporter di harian Konfrontasi, Jakarta. Telah menulis sebuah novel « De Atjeh Oorlog », kisah Perang Aceh yang mendebarkan.

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...