11 December 2019

Remaja Masjid Kendari Isi Ramadhan dengan Kegiatan Positif

Konfrontasi - Puluhan remaja masjid di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) mengisi kegiatan positif di bulan Ramadhan 1436 hijriah dengan cara kajian umum oleh sejumlah ustadzh yang berpengalaman dibidangnya.

Pemrakarsa kajian umum remaja (Kurma) Kelurhana Wundodopi Kota Kendari, Juli Ahmad, Minggu mengatakan, kegiatan kajian remaja yang baru pertama kali dilakukan di Masjid Al-Insani kompleks perumahan ini bertujuan untuk membekali ilmu-ilmu agama khusus kaum remaja.

"Kegiatan kajian umum remaja ini sudah pernah dilakukan di kalangan kelompok mahasiswa di sejumlah kampus, namun untuk remaja di komplek perumahan ini baru yang pertama, dan diharapkan titik awal hari ini bisa berlanjut di masa yang akan datang," ujaranya.

Sejumlah pemrakarsa dan sekaligus pemakalah diantara, Dr Amirudin Rahim, M,Hum (dosen UHO) Kendari, Amarullah, Khaerul Fahmi (dosen IAIN) dan Khulafal Rasyidin, mantan anggota DPRD Kota Kendari.

Masing-masing pemateri membawakan tema yang berbeda dengan seputar tentang ilmu-ilmu dasar, agar para remaja sebegai peserta, mudah menerima dan memahami apa yang dibawakan setiap pemateri tersebut.

Masing-masing pemateri juga membuka dialog dan diskusi dalam bentuk perorangan maupun kelompok agar saling mengenal dan memperkenalkan diri masing-masing sehinga para peserta kajian umum lebih cepat kenal satu dengan lainnya.

Adapun tema yang dibawakan pemateri diantaranya menyangkut dasar kehidupan manusia, mengenal Allah (Ma'rifatullah), Ma'rifaturrasul (mengenal Rasul) dan Ma'rifaturrinsan (mengenal manusia dan diri sendiri.

Kegiatan kajian umum remaja yang berlangsung sehari itu dimulai pukul 09.00 hingga pukul 11.45 wita kemudian jedah untuk melaksanakan sholat dhuhur, dan kemudian dilanjutkan pada pukul 13.00 hingga berakhir menjelang berbuka puasa pukul 17.30 wita.

Salah seorang peserta remaja, Nurhadi mengatakan menyambut positif kegiatan kajian umum ilmu-ilmu dasar agama Islam khususnya bagi remaja dan diharapkan, setelah lebaran bahkan bulan-bulan kedepannya bisa berkelanjutan.

"Apalagi bulan ini bertepatan ramadhan, maka alangka meruginya bila ada rekan-rekan remeja yang tidak mengikuti, karena selain mendapat ilmu agama juga tentu pahala bagi yang menjalankan," ujaranya. (mg/ant)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...