29 January 2020

Puisi untuk Aksi Damai 4 November: Doa Kematian Penguasa

*Malam ini*
Angin terasa sangat dingin
Mencumbu kulit hingga ke tulang
Menyisahkan bahwa sepi harus mati
 
*Malam ini*
Bintang dan bulan terlihat indah
Menari di pucuk langit
Merangkai puisi untuk kekasih di sana
 
*Malam ini*
Cahaya bintang 
Cahaya bulan
Turun  ke akar bumi
 
*Malam ini*
Menyinari setiap hitam
Hingga mata bisa melihat
Hingga jemari bisa menggenggam
 
*Malam ini*
Hatiku ingin terbang menelan jarak 
Hingga ia bisa menyatu dengan bulan
Melepas semua beban
 
*Malam ini*
Di bumi dan langit
Hanya kesunyian mendera
Hanya bayang hitam yang menyala
 
*Malam ini*
Suara jengkrik bisa kudengar
Rasa sepi membalut tubuh yang sakit
Tertancap pilu di di sekujur jasad
 
*Malam ini*
Bumi tuhan terlihat lebih jujur
Orang orang hidup dalam kepura-puraan lelap ditelan kantuk
Terasa sangat jujur
 
*Malam ini*
Puluhan milyar doa 
Terbang menembus laksa
Mengitari ars Alloh
 
*Malam ini*
Begitu hening
Selalu kulihat sebuah semangat
Kabulkan doa kami:
 
*'YA ROBBANA PENGGAL-LAH LEHER, KEDUA TANGAN DAN KAKI TUHAN BUMI ! JANGAN ENGKAU BERI AMPUNAN SEDIKITPUN PADA MEREKA.*
 
Notes: Dicuplik dari puisi tanpa nama pengarang, dengan penambahan judul dan perubahan syair.
 
Martimus Amin Ketua QOMAT - Qomando Masyarakat Tertindas
Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...