19 October 2019

Puisi: Tak Sehebat Pencuri

Tak Sehebat Pencuri

Pencuri;
di sebuah kisah,
pemilik berbagai kemahiran,
pencetus ide cemerlang,
mengambil berbagai benda tuk dilelang,
dengan mudah melewati jebakan,
bahkan tak tampak di kamera pengintaian.
Diapun;
tak kesulitan menenggelamkan hasil kerjanya di curamnya jurang,
memendam kapal penuh emas berlian di dasar samudra tak berpasir.

Saudagar terkaya;
tak kalah cerdasnya,
multi kemampuan,
melipat gandakan aset di seantero jagad,
pun menyimpannya rapat-rapat,
bahkan di berangkas perak,
yang tak terendus pencium profesional.

Tapi dia,
hanyalah manusia biasa.
Bersinggungan dengan hati kecil,
bergulat di antara kesedihan- kebahagian,
tak berkemampuan sehebat pencuri,
tak berpotensi secerdik saudagar.

Seperti,
pernah suatu hari.

Pagi yang dimanjakan ramah mentari,
bebauan masakan warga sekitar,
dan juga cukurukuk ayam tetangga.
Kulihat dia..
tetap sehangat sebelumnya,
seenergik hari yang lalu,
bahkan bahasa tubuhnya tak berubah,
sefasih  pembelajaran kemarin.
Tapi,
betapa sedih,
saat sempat melirik jauh penglihatannya,
sejumput asa yang kumal,
ada gemetir yang tertahan,
sebuah iba sedang tersimpan,
selaiknya ruh di raga,
rapat tertutup-terjaga,
namun nganga di mata sendunya.

*Anis Fuadah Zuhri

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...