13 December 2019

Puisi Seorang Guru Honorer: Penantian Yang Terbawa M4ti

Ilustrasi: Pak Maman Guru Honorer Sampai usia 75 Tahun

KONFRONTASI -  Assalamualaikum wr.wb sahabat guru sebangsa dan setanah air , permasalahan guru memang tidak ada habisnya di negeri ini , terutama permasalahan guru honorer yang masih meminta kejelasan nasib mereka yang tak kunjung jelas .

Pemerintah sampai sekarang belum bisa memberikan hak yang layak untuk mereka dan mereka sudah merasa hilang harapan untuk mendapatkan kesejahteraaan .

Sahabat guru di indonesia marilah sejenak kita renungkan puisi ini sebagai solidaritas kita sesama guru .


Penantian Yang Terbawa Mati

"Lelah sudah aku menunggumu
Kau tak datang datang
Jangankan menghampiri ku

baseline;">Kabarpun tak ada
Kau diam kau bisu itukah sikapmu
Kau biarkan kami mati seiring waktu
Krn usia kami tak muda lagi
Banyak pula d antara kami sdh tumbang
Apakah kau sengaja biarkan kami hilang dgn sendirinua ( m4ti )

Jgnkan kau kau angkat kami
Kau lihat pun tidak
Kau katanya bela rakyat
Apakah kami bukan rakyatmu...
Mungkin kau anggap kami beban
Mungkin kau anggap kami sampah yg sdh tak layak 
Lihat bp apakah bp melihat kehidupan kami , kami jga manusia
Kami jga warga negri ini
Kami rakyatmu
Kami jga layak kau perhatikan
Di mana hatimu

Sekarang terserah kau bapak
Kami mau di buang , d hancurkan,
Bahkan kami mau d bunuuh pun dgn tangan besi mu monggo

Sekali lagi kami sdh lelah, cape, bosan berteriak ,
Percuma kami marah pun kau sdh tak peduli pd kami

Sekali lagi aku katakan 
TERSERAH BAPAKKK PRESIDEN"
.

Semoga guru honorer terutama yang sudah berstatus K2 bisa segera mendapatkan kesejahteraan yang layak amin (Juft/Mteronews).

Tags: 
Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...