15 October 2019

Puisi Robi Akbar : Menunggu Perahu

Menunggu perahu

Siapakah yang terbaring di lengkung pelangi
Sesaat setelah hujan
Menepikan sore pada sebuah pantai
Menyisir garis waktu
Sebuah dermaga bisu menunggu perahu

bi'14

Nanyikan

Nyanyikanlah dengan tenang
Dengan hati yang riang

Hari yang beringas
Cuaca panas
Dan berjuta bayangbayang yang cemas

Di kota yang selalu bergegas
Waktu adalah dengus nafas
Dari sebuah perjalanan yang tak pernah tuntas
Dimana tak ada peta dan tandatanda yang bisa kita baca

Dan kita terjebak berputarputar
Melingkar menyusur belukar
Dan kehidupan yang semakin samar
Dengan laku dan dada yang selalu bergetar

bi'14

Bahkan angin bahkan api

Bahkan angin yang menerbangkan selembar daun kering itu
Tak bisa menjadi tanda
Menjadi penunjuk arah
Bagi langkah yang resah

Bahkan api yang ada di genggamanmu
Tak juga menerangi kelam
Jalanjalan terlampau hitam
Senyap dan gelap
Serupa malam yang paling malam

Padamkan saja api itu
Karena terang sesungguhnya ada di dalam hatimu

Rabalah dindingdinding kenangannya
Dan biarkan perihnya menuntunmu

bi'14

*)Robi Akbar saat ini tinggal dan berkarya di Bandar Lampung, aktif memposting puisi di jejaring sosial dan mendapat banyak pujian dari pengamat/sastrawan senior. (war/kfnts)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...