24 February 2020

Puisi-puisi Jiwa : Dewi Nurhalizah

Jiwa yang Tenggelam

yaa robbana yaa robbana oh yaa robb
izinkan kuletakkan cinta di ujung malam

pada sunyi tatkala luh menetes perlahan
ketika pedih dan malu menikam dalam

oh yaa robb yaa robbana yaa robbana
tenggelamkanku dalam diam
seperti kehendakMU
dan tiadalah aku
walau sedebu

malang, 072014

Jiwa yang Tidak Terpaku Aksara dan Angka

utas-utas kemilau mengintip dari kisi-kisi langit
mencari jiwa sunyi yang ditetapkan dalam perjanjian

jiwa yang diam dalam keramaian
tak berangka tanpa aksara
tenang bertabur bintang

tak mengombak di luasan samudera
melandai lembut di tepian
menghapus jejak silam
dalam diam

utas kemilau menanti
serasa tak sabar segera bertebar
jemput kekasih yang dimulyakan zaman
yang tak silau dalam kemilau fatamorgana
tak merisau mega-mega ilusi, tenang meniti gelombang

adalah jiwa yang tidak terpaku pada hitungan hari
tak terpedaya segala ikhwal janji sorgawi
tak risau akan siksa tak terperih
tetapi sepenuh cinta di ketulusan hati
seyakin penuh akan nikmat kumandang dari arasy
tiada lebih indah selain leluasa menatap keindahan Sang Maha

malam bertaburan cahaya
malam kudus yang sejuk dan tenang
bertabur bintang mengiring helai cahaya seribu bulan
malam yang mengantarkan lelap pada jiwa-jiwa lena
malam uji pada ketulusan hati akan sebenar cinta
kesejatian yang tak perlu diungkap dalam kata
tanpa menghitung putaran tasbih, bergulir
menderas airmata berharap maghfira

malang, 072014

 

Jiwa Yang Bergetar, Jiwa Yang Terjaga

oleh dewi nurhalizah

dan pada malam seribu bulan
jiwa-jiwa tafakur dalam
selisiki daki diri
mendaki tangga iman
menadah pinta pengharapan
bias emas cahaya illahi

pada siapakah DIA berkenan
guyur percikan cahaya di atas cahaya
adalah jiwa yang tulus mencinta
berserah meniti seutas dibelah tujuh,
tanpa prasangka
lepaskan dhalim tertatih melangkah
mencapai puncak dari segala ketinggian,
pada rahman dan rahim jungjung asmaNYA
Maha Pengasih Maha Penyayang
satu di dalam SATU

lalu gerbang langit terbuka
sambut jiwa sang pecinta
hamparan permadani cahaya
dan shalawat selamat datang
mengumandang langit tujuh petala
semesta diam menunduk dalam
angin tak mampu mendesau
dan serangga malam tak suara
dedaun membisu terpesona
malam hening, sunyi senyap
hanya kerlip bintang berpendar
saksi limpahan kemulyaan

la ilaha ilallah
la ilaha ilallah
la ilaha ilallah
l a i l a h a i l a l l a h

rumput-rumput bergetar
daun-daun bergetar
semesta bergetar
jiwa terjaga gemetar
dalam hening,
bening

oh, jiwa-jiwa yang terlelap
bangunlah bangunlah bangun
sambut dengan suka cita
malam seribu bulan
malam ampunan
malam cahaya

duhai jiwa,
nikmat yang mana lagi dari Tuhanmu yang engkau dustakan

probolinngo, 072014

-Dewi Nurhalizah, Saat ini tinggal dan berkarya di Malang-Probolinggo, buku puisinya " Perempuan dan Matanya" telah terbit.(War/Kfts)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...