21 February 2020

Puisi-puisi Ibu Uun : Parade Sejuta Puisi Penyair Facebook (PSPPF)

puisiku bagai kupu-kupu.

terbang di angkasa luas
bermandi cahaya, walau tak lama
waktu yang singkat membuatnya giat
agar hidupnya penuh manfaat.

warnanya yang cantik
bikin banyak orang tertarik
dengan jaring dia menangkap, menyergap
lalu menyekap.
ya, puisiku terperangkap dalam jaring jaring halus
orang membantainya dengan hati hati
dan menempelkannya dalam pigura kaca
tapi tak bernyawa.

itu masih belum seberapa,
ada burung burung di angkasa
ayam, cecak di dinding, bahkan kucing
dengan mata memicing
dan hap, aku ditangkap dan ditelan
habis sudah tiada lagi walau kenangan.
puisiku bagai kukupu.

bukit tampomas, 20 juli 2015.

 

puisiku dalam kepompong.

dia tak mau ke luar,
malah membungkus diri dalam gulungan dedaunan
di balik ranting ranting kering
terlindung dari panas mentari
dari desiran angin, bahkan bisingnya suara.

puisiku seperti kepompong
dia tak mau dilihat orang
tak mau ketahuan apa isi hatinya
seperti apa kini wajahnya.
dia sungguh sedang bertapa
memohon pada Sang Penguasa Alam
agar diberi wajah yang ayu atau tampan.

puisiku berbisik pelan
Ya, Sang Penguasa Alam,
apa dosa hamba sehingga orang tak mau melihatku
tak mau menyentuhku, apalagi membelaiku.
bukankah aku juga sama seperti mahluk yang lain?

kini hamba memohon padaMu tuk beri ku keelokan
supaya hamba bisa berkiprah
tanpa rasa sungkan.

dan pada suatu hari
ketika mentari sedang hangat bersinar.
sang puisi ke luar dengan wajah dan bentuk berbeda
cantik rupawan/tampan memesona
bersayap warna warni gemerlap tertimpa sinar
terbang ke angkasa...berbinar riang.......

bukit tampomas , 20 juli 2015.

____________________________________________________________________

Ibu Uun saat ini tinggal dan berkarya di Semarang, ia dikenal juga seorang penulis cerita anak-anak (K)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...