7 December 2019

Puisi-puisi Bambang Irianto

BALIHO ITU TUAN

Tuan, o tuan
tolonglah
itu baliho gambar tuan
yang berserakan di wajah kotaku
atau yang terpaku di pohon-pohon
yang tumbuh berharap hidup nyaman
malah tuan yang di harap jadi panutan
yang menoreh memaku harapan
jangan di buang di minggu tenang
berikan saja padaku
buat menambal dinding pondokku
yang dah berlobang dan mumuk
yang terkadang mengundang dingin
juga menyiksa tubuh anak biniku tuan
gigil mereka tuan, bagai mengoncang karang batu
gigil berteman ratap pilu
Tuan, oi tuan
andai selembar baliho besar itu
kiugantikan sebagai atap rumah bambu
terhindar rumbio dan ilalang
dapat pula untuk pembeli tukai
berobah selera keluarga bansaik
mungkin pada bilik suara
kutambah suara untuk mencalonkanmu
anak istriku pastikan ikut
percayalah tuan aku tak bohong
sungguh tuan,... aku jujur

padangpanjang,281013

T E N T A N G
kepadamu Yang kupanggil murai

Murai...
setiap kali syairku ada di hadapanmu
dari sanubari terdalam, 'kau eja kata per kata
seolah aku ada disana
pada lekuk derita yang 'kau lantunkan
terimakasih Murai
terlalu dalam perhatianmu
pada riang yang yang berdentang
pada sayatan perih yang menganga
pada lembar kisah yang menggundah
tak saja sajak yang ber irama pilu
juga kerontangnya Syahdu, merindu
murai, kau ajak aku satu panggung
untuk mendekap rasa yang segamang
sama nyanyikan suka duka
maaf murai
jemariku yang dulu menari di atas dawai
sudah tak lagi bisa mengelus nada
engkau rasakan perihnya belulangku
saat kucoba menggesek biola
iringi desah sajak beranjak
pada kisah menggulana
merinding, katamu ketika itu
saat kau bacakan kisah kematian
tentang gadisku yang berkubur dikala petang
tentang selasih pandam kuburan
tentang jarak sumatera jawa
tentang Nasib si tukang dendang
tentang teriak pahlan di negeri
murai...
bila satu saat kelak
kita bisa bertemu
pada sebuah tempat tak berwaktu
kuharap engkau tunaikan janjimu
dihadapan mereka, kita dan aku
untuk gemaskan aku pada ciuman mu
karena hidup semakin singkat muraiku
mungkin kah janji kan tertepati
atau terbawa ke dunia mimpi
sungguh aku menanti

si gandiang,26 okt 13

K E C E W A-2

HM,... makin ku mengerti
kenapa engkau berbasa basi
tengah malam aku masih menanti
sudut itu tak kau lirik,..
aku tahu 'kau asik
Namun 'ku juga harus mengerti
engkau telah lama sepi
cemburu pun tak kau hargai
bila besok masih ada mentari
biar kanlah aku sendiri
selamat pagi....

K.Tinggi,260913

BIMBANG
Kepadamu Yosephine Saragih
percuma aku mengenang
sebab tak satupun yang kau kenang
biarlah aku yang menghilang
pada kelam yang kian lengang
teruslah senandungkan riang
pada hati ku yang kian bmbang
memaknai engkau yang sangat kusayang
entahlah,...

menjelang pagi 26 Okt 13

PUING

.... kasih,
untuk kembali kemasa itu
bak mendirikan puing yang penuh semak
biarlah 'ku menatap nanar
pada semua lingkar kenangan,
yang 'ku harap.jangan robohkan puing itu
disana asa pernah berjaya,
mengukir berbagai rona, sekali lagi, jangan kasih
belahan jiwa masa lalu, adalah rona yang tersisa
pada puing yang berdebu itu
disana ada denyut jantungku
pada jalan yang berliku itu
ada hati di bahunya
pada ujung puing itu
ada tugu tentang tentang kita
pada pecahan dinding yang berserak disana
ada prasasti yang terpatri
kasih,..
kutahu, betapa halus nya caramu
mengajakku melupakan semua
biarlah kucoba
demi dirimu bahagia
hanya sedikit ku berharap
bila suatu saat nanti
engkau terpasah keranah itu
sampaikan salamku
pada penjaga tanpa gelar
katakan jantungku berhenti berdebar

Padang panjang, Oktober 13

..sebab untuk kembali kemasa itu
bak mendirikan puing yang penuh semak,...
biarlah abi menatap nanar
pada semua lingkar kenangan,
yang abi harap jangan robohkan puing itu,..
disana asa prnah berjaya,
mengukir berbagai rona,
sekali lagi jangan mi,...
belahan jiwa masa lalu abi,
adalah rona bahagia yang tersisa,
yang membuat abi jadi bahan tanya,
bagi mereka yang bercinta,
kita adalah tugu tertutup riak berdebu,..

WAHAI MALAM, MALAMKU

aduh malam,
kenapa engkau tak berpihak pada imajinisiku
tolonglah panggilkan hati
agar kubisa menyusun kata malam ini
tolonglah bukakan hati
agarku masuk di tumpukan aksara
yang berserak disudut di alam resah
aduh malam
kasihku menunggu beribu harap
agar syairku hidup saat ini
tolong aku wahai malam ku

koto tinggi oktober 13

Bambang Irianto
sayangku
cinta adalah sebuah anugerah
dan tak satupun benteng yang menghalanginya
cinta adalah anugrah
Tuhan jua lah mendatangkan nya
Dia katakan layak Untuk kita
walau jarak merentang asa
namun dihati sejak dahulu tak pernah jauh
walau sehasta dikanvasku
engkau terukir Nyata
sembari ku sapu bersama doa
katakan sayang pada cinta kita
walau kini engkau tak pernah nyata dalam dekap ku
sang kembara namun
sayang,rindu,dan cinta kini kutitip seprti dulu.....
sayangku pada senyap malam yang kau tinggalkan
gebu rinduku tak tertahankan
dalam tak sadar ku tadahkan tangan
berharap engkau jadi milik ku
namun tuhan berkata lain

KENANG

kehadiranmu tadi malam,
membuatku terlambung bahagia,
hentak nafas yang berpacu sendu
ingatkan sebuah kenangan,
walau hanya sederet kata yang terukir
namun lebih dari sekedar membayar hutang rindu,
kehadiranmu tadi malam,
pada sebuah ranjang khayal,
bukan karena kesepian mu
kutahu, karena rasa cinta
juga sayang yang lama terpendam
membuatku kejang tanpa rasa,
hanya sebuah angan tak berbalas
kehadiranmu pada palagan kenangan,
membangkitkan birahi penuh misteri
berpuluh tahun berpulang,
semoga hadirmu tetap berulang

RISAU

dendang malam lantunkan harap
alunkan nada senandung pilu
rindu memerah di tepian hati
kemana langkah kan dibawa
hm,...
resah membuncah sesak kan dada
pandang tertukik di lorong kala
adakah besok jadi misteri
atau hari ini hanya sejemput mimpi
risauku risau menggalau
belenggu hati tak kunjung hilang
igauku berujung dendang

Kototinggi 19-10-13


ANDAI-ANDAI

Andai, andai saja itu bukan prosa, dinda
mungkin tak perlu ku arung jagad
bersimbah peluh bergumul penat
menyigi jeram dalam membenam
mencari sayangmu resah meraba
setelah kujalani berwindu masa
pada gegana bumi kusampaikan madahmu
semoga jadi gada kekuatanku
agar dapat ku antar mimpimu kasih
mencium aroma tubuh peluh seluruh
dan jemari lentik mengusap penatku
namun, jangan aku disiksa mimpi
nyatakan kasihmu di senja ini

kaki singgalang,18.10.13

Bambang Irianto
KUCING OMPONG
Tak sangup mengejar
apatah lagi menggigit
atau sekedar menggaham
tikus yang asyik bermain catur
dengan pertaruhan milyar rupiah
kucing semakin dungu
tak sanggup bergerak
di sentrum ribuan vol listrik
yang sering mati mendadak
itu lutut kucing bergoyang
mengikuti irama nada mayor
pedendang lagu Aqil akal
kucing terkencing-kencing
melihat senjata laras panjang
di ujung tangkai palu yang pencong
siap ledakkan ruang mahkamah
kucing ompong
hanya bisa mengangguk patuh
saat komandan tikus kedipkan sebelah mata
sebagai sandi harus setuju
kasihan kucing yang kian pesong
yang menerima pepesan kosong
tikus yang pernah mengumbar omong
yang salah jari di potong
o, kucing yang ompong
jangankan menuntut tikus di potong
mulut di sumpal tak bisa omong
dasar..!!
ku
cing
garong
garong omong

koto tinggi,171013/07:20

I T O

Ito,....bila engkau jadi pulang malam ini,
jangan lupa dengan janji kita,
untuk membawakan aku,sesuatu yang engkau juga menyukai nya,... ...
sampaikan salamku
pada mereka yang hari itu membeli kendaraan baru,
yang harganya jauh lebih murah dari Avanza,
kendaraan tanpa pajak
tanpa SIM dan STNK
dan tak akan membuat celaka
apalagi sengsara
untuk menuju syurga
ito,..
selamat aidil adha
semoga selalu dalam lindungan-Nya
Selamat jalan ito

dari pelataran bekas kampus kita-2013

BALIHO CALON TIKUS

waaaah,..
baliho tumbuh bagai jamur
menyemarak wajah kota
menutup batas pandang dari biasanya
terpampang pongah, menyemparah
seperti merekalah pengusa kota
baru calon
belum siapa-siapa
wajah-wajah calon tikus berpoles masker
mnyunggingkan gigi berbau mesum
hahaaaai,.. janji mereka pada tulisan itu
membuat jantanku terkulai
dan si empunya tikus membayang rakus
pada baliho terpampang calon tikus betina
yang siap melobang pematang
dan menggirik buah berduri dusta
waspada
waspada
jangan sampai salah memetik buah
di luar ranum, busuk di dalam
tikus mana yang mau berugi iklahs...?
sekarang berdendang, bersama mantra sang mambang
besok pengagum kan kering kerontang
lagu lama bersampul baru
diselip illustrasi gendang dan melodi
irama semangat ber api-api
decrescendo penutup nyanyi
ini lagu jangan di beli
nada minor pasti menanti
kenang sajalah sebelum ini
baliho gagah menjadi sampah
karena sang tikus termakan sumpah
janji-janji hanya juadah
terlena " Langek " sampai muntah

jalanan kota PP, 111013

R I N D U

sayang,...
syawal berlalu sudah
ufuk waktu yang berpacu menuju nadir
ingatkan sesal panjang menggaung
dimana diri di sandarkan
adakah robb terima amal
cita melongok tak menuhuk
langkah malu kian me was-was
adakah sujud kan di terima...?
atau doa kan di ijbah
sebab hamba adalah titik
dalam lingkaran yang bergelombang
menuai amuk dalam semesta

sayangku yang maha rahim
nyatakan gerak di sanubari
bila aku diberi waktu
mengulang lahir pada rahim-Mu
inginku menyetubuhi waktu
bersama merahnya saga
bersama merahnya rindu
rindu pada-Mu yang maha rindu

Pandai sikek 13

KAMU DIMANA

ada apa dengan mu..?
diam karam,
hilang tenang,
tiada jawab saat ku panggil
andai sebuah kesalahan
telah ku goreskan
dan meluka di dasar samudera hati
berapa denda harus ku bayar
agar hari kita, kembali berseri
kamu dimana rinduku
jawab aku, sebelium waswasku
membunuh waktu

Pandai sikek,10-okt13

P E L U H

simbah peluh berbaur hujan,
menetak ubun menyenyak benak,
uap badan berbau tanduk,
ragupun menjalar dalam hati,
halal kah buat anak dan isteri,
yang kini duduk menanti,
sembari berdoa berharap rizki,
yang dari pagi hingga sore ini
belum melihat sesuap nasi

simbah peluh berbaur gaduh
dalam oblong lusuh, kumuh
pacul menggali meratap, Aduh !
mengoyak bumi yang kian rusuh

simbah peluh mandikan tubuh
tulang turut mengeluh
pinggang menopang berderak ngilu
pada siapa hendak mengadu
nasip tertulis di pintu waktu
dengan sejuta pinta dan doa

tetes peluh menitik bumi
ragu memalu di hati
semoga tuhan memberkati
apa yang ku dapat hari ini
halal dan ridha dari ilahi
menjadi darah bergejolak
menjadi pikiran pada yang hak
menjadi pelita di gelap hati
yang memancar di balik sulbi
gumintang nya di puncak Qulbi

Bukit tinggi,10.09.13

S E P I

ada senandung dalam terpaan badai
melengking menapaki sanubari
ingin berteriak menuju asal
tapi tak mampu
ingat kampung halaman....
nun,... dibawah lambayan
pohon selasih,dilingkung alam yang samar redup
disana kasih, tempat bersemayam di akhir hidup......
tempat bermain kita... tlah sunyi,...
tak lagi ada teriakan
dari jeruji pagar,tertinggal senyap....
kupandangi asa yang terbentang
belum juga ada tanda,...
sunyi menggerogoti
wahai sepi.....
kenapa engkau ajak aku berenang
sementara, jiwa semakin lintuh
batas waktu semakin dekat
wahai sepi...
pergilah bersama embun...
biar aku tatap mentari besok hari....
akhir july 1985
kepada Mutiaraku yang hilang

WOOI...

bung..!!
aku telah memulai
sekarang kuserahkan padamu
silahkan kau mau jadikan apa
yang jalas
jangan kau perburuk
kalau tak ingin mendengar aku ber ucap
tentang pantang dan binatang

bung..!!
bila sebilah belati telah ku acungkan
berpantang bagiku menarik lagi
sebelum jejak kutikam
sebelum bayang ku putihkan
sebelum bulintang ku patahkan
saringikmu bung
hanya mainan dikala mimpi
mambana denai bung,mambana
usah lah sungut engkau banggakan
jemariku setajam silet
yang 'kan mencabut misai seringai

sudahlah bung
badan renta semakin lenyai
sebentar lagi kan jadi bangkai
lutut lemah badan 'lah letai
badan yang kuat semakin lunglai
ambillah segala yang telah kumulai
biar hilang segala caracai
karena itu yang kau punyai
awas, bila tak selesai
habislah lah engkau aku bantai

Bambang Irianto
CINTA

cintaku
cintamu
cinta kita
adalah perjalanan rasa
meliputi
darah
jantung
hati
limfa
dan empedu
cinta
menyemburat kan segala
pada jutaan bulu
cinta
adalah perjalanan menuju
rindu
resah
dendam
dan benci
dan mabuk yang alang kepalang
cinta
mengajak kau,aku dan kita
bersenandung dalam syair
ber kacak pada sajak
bertanya tentang warna
atau tentang siapa
lagi apa
dimana
ah,....
muak yang menyibak
irisan yang meluka
atau canda yang merana
juga tatap terkesima
bermain dalam kerling hati
atau kerdip sinar di larik pasrah
cinta adalah raja berjuta alsara
cinta adalah penguasa pembalik fakta
kebenaran jadi dusta
temani aku mencari
dimana cinta bertahta

kota serambi mekah, 071013

Bambang Irianto
dinda sayang
disini hanya kita berdua
curahkan rasamu
sebagaimana aku mencurahkan semua
sebab ini adalah kamar kita
dan rahasia kita
jangan biarkan ruang ini kosong
bila tak rela aku sepi sendiri
jagan biarkan ruang ini snyap
bila tak ingin aku membisu
jangan sayang

S U JU D
Tuhanku,
Lama sudah aku tak melaksanakan sujud tilawah di pagi jum'at,
imam di abad modren inilah yang membuatku asik berbangga diri,
asik mencari kemegahan duniawi,
tak kusangka aku telah jauh dari sujud,
ya robby,
ampun kan hamba yang telah meniru prilaku syetan,
yang enggan sujud ketika di perintahkan
AMPUNkan hamba...
ampunkan hamba
ampunkan
ham
ba

DI POHON INI

ku pahat nama kita
saat sebelum perpisahan tiba
disamping pasenggrahan itu
sebuah syair kutulis buatmu
pada dinding nya yang mulai dilahar ngengat
dalam bait ada cemas yang mengundang
entah besok entah pabila
kita tak mungkin bisa seiring lagi

puluhan kali almanak bertukar
dua puluh delapan kali sudah
pohon itu semakin tua
pahatan itu kian menyembul
menyiratkan cerita dan janji kita
yang yang tertanam di pohon ini
kelak di hadapan tuhan
engkau pastikan jelaskan,kenapa engkau tinggal kan aku

titik embun pagi ini
mengantar dahaga di ujung daun
akar yang kini merambat jauh
bertanya tentang harapan kita
yang terbungkus di kulit batang
kapan temu kan berujung
bersenandung tentang kesendirian
sampai batas senja merembang
di pohon ini pesan terpahat...

ruang baca RPTI,021013

CEMBURU

JANGANKAN aku
Tuhan pun cemburu
padahal DIA maha tau
tentang semua prilaku
apa lagi aku
yang tak penah melihat utuh
sedang apa engkau disana
takmungkin ku hentikan kumat
saat engkau kini sendiri
dan aku yang bertapa dalam sepi
mengertilah
aku bukan malaikat
yang patuh menekuni ayat
patut rasanya ku berkata
bahwa aku punya rasa
padamu orang ku cinta

Bambang Irianto
ILLUSI

aku terlelap dalam dekap rindumu
masa lalu terukir lagi
antara gumintang cinta yang kau bawa
bersama hati dan kasihku
ilusi tentang sebuah dekapan
dan sentuhan bibir melumat hati
membuatku ejekulasi
bersama fajar hangatkan hati
berharap lahir kembali
anak sajak pengganti mati

oktober0113

R A S A

kali ini rasaku di sayat
kau anggap aku mayat
rasaku kau sembelih
kau buat aku tersisih
biarkan perih, aku merintih
rasaku kau keping
hingga aku hening
terserahlah,
sebab hanya kau yang tau rasa
setelah kusembahkan semua

kotobaru,300913

LELAPLAH SAYANG

sayang,...
berbaringlah lelap
pada deru nafas yang memburu ridha
pejamkanlah mata
pada kenang kita yang lalu
lembut ku cium keningmu sayang
agar lena membuhul waktu
agar besok kita bermain rindu
bergelut dalam angan dan bayang
lelaplah kasih
lelaplah
kita padukan nyanyian hati
yang menantikan belaian mentari
lelaplah sayang
lelaplah pada bahuku yang renta
kita tunggu esok yang merona
bersama syair kita yang tertunda
aku tau engkau lelah
merajut nasib yang sendiri
lelaplah
lupakan lelah hari ini

pandai sikek, malam menjelang 300913

LETIH

lelahku menapaki kemauan mu
sungguh,...
aku tak mengerti
tanpa angin dan badai
semua harap pun berterbangan
kenapa...?
aaaaaaaah,...
lelahku memuak

palak akhir sep.13


H A R A P-2

Menjengkal harap demi harap
datang nya pengobat hasrat
dari cinta, Rindu dan sayangku
yang kau bawa kepuncak sibayak
bersipongang di pinggang gunung Lubukraya
di dasar telaga dewi singgalang
dalam gelegak kawah merapi
bertahun engkau kunanti
taksadarku lelap di pasenggrahan akhir
dengan irama bansi
yang mendayu melintas angan
berteman harap ke harap

tahun ke tahun ku dendangkan bait
pada denting dawai biola
menjerit oktaf bernada minor
menyayat mega mengiris bayu
gebu rindu kian memilu
tak pernah ada insan yang tau
juga kamu
betapa bayang lalu
kian memburu

Markas GULBAN,260913
A S A

Kasih,..
betapa sayangku padamu
egkau tau itu
betapa besar cinta ini untukmu
semua orang tau
namun berapa besarnya rinduku padamu
hanya aku yang merasakan
walau harus ku akui
rindumu kini bukan buatku lagi
namun
sayang dan cintamu
kuharap selalu

Ruang BW Rohana Kudus, 0913

______________________________________________________________________________________

Bambang Irianto , 22 september 1961 Bumi Ayu Akademi seni Karawitan Indonesia Padang Panjang, wartawan Koran Lokal SUMBAR harian Haluan,Singgalang, Suara Jurnalis ( Staf Redaksi ) buku antalogi yang pernah ada bersama penyair Asia Tenggara, dan daerah kumpulan cerpen, puisi sering di bacakan di RRI termasuk Semarang yang di motori Kang Driya WS.(kf)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...