29 March 2020

Puisi Pemberontakan di Lapangan Tiannanmen 4 juni 1989 (51)

52. KEPERGIAN ZHAO ZIYANG KE KOREA UTARA DAN NASIB TRICULA

Juftazani

23 - 30 april 1989 zhao ziyang berangkat ke Pyongyang
Teman-teman se partai membujuk zhao membatalkan keberangkatan
“sebuah rencana akan lebih bagus jika dilakukan pada saat yang tepat!”ujar Zhao Ziyang
Zhao melayang dan Pyongyang menanti
Perseteruan antara zhao dan deng xiaoping, Li peng, atau Yilin makin runcing
Seruncing ujung-ujung bambu cihna yang dipakai memburu
Dan mengusir singa ganas di gurun gobi
Atau hutan-hutan Manchuria dan hutan Konghucu
Di provinsi Shandong, Tiongkok timur

Zhao Ziyang kembali dari Pyongyang
Namun begitu pulang ia menjumpai persoalan yang melampaui kekuasaannya
Zhao diacungi jempol dalam sebuah laporan tentang pidato
memperingati ulang tahun ke-70 gerakan 4 Mei 1919
pandangan-pandangan politik, pandangan-pandangan kebudayaan
dan visi dan misi ekonomi zhao ziyang yang jauh melompat ke depan
melebihi lompatan ke depan Mao Ze Dong yang terlalu banyak makan korban
namun Zhao tak mencium sedikitpun ada rencana busuk
dari sahabat-sahabatnya para petinggi partai
dan itu dimulai sejak tiga cula berunding tanggal 13 Mei
saat membincangkan para mahasiswa mulai melakukan mogok makan
menolak semua makanan masuk ke tubuh dan tak gentar
tanpa melanjutkan kehidupan yang indah, sehat dan tak melupakan masalah
protes lapar lebih memberi efek protes kepada penguasa yang makan setiap hari
ini belum seberapa dibanding Wang Weili Lin
yang menyediakan tubuhnya menantang puluhan tank baja
yang dikendarai tentara

13 Mei Zhao Ziyang, Deng Xiaoping, dan Yang Sangkun
terpecah
tanggal sial (bagi kebanyakan orang Italia dan Eropa lainnya)
dua Begawan dri tricula itu menginginkan kewibawaan kekuasaan
menyelesaikan demonstran
satu Begawan, menginginkan, kekuasan jangan disertai kekerasan
aksi bujuk dan rayu, mengajak berpikir dan berdialog adalah cara terbaik
menyelesaikan masalah bangsa yang kian rumit
oh, nasibmu Zhao Ziyang
dirimu mulai dipasangi perangkap oleh sahabat-sahabatmu
walau pendukungmu pun tak kalah banyak
memprotes penyingkiranmu - chen xitong yang mengagumimu
tapi arah angin berhembus deras ke digdayaan otot dan tank baja
leher sekeras tank baja mengalahkan leher lembut penuh urat kasih dan persuasive
ala Zhao Ziyang tak laku di pasaran!

18 Oktober 2014

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...