24 October 2019

Puisi Nia Samsihono : Seperti Apa ?

SEPERTI APA?
Buat: Pak Eko Budihardjo

Hidup seperti mentari, merambat perlahan dari timur ke barat
Memecah fajar bagai tangisan bayi keluar dari kenikmatan rahim bunda
Cahaya itu dinanti
Menjalar jengkal demi jengkal
Menyinari persada
Memberikan denyut pengharapan
Untuk tumbuh dan berkembang

Hidup bagai sungai yang mengalirkan air
Dari hulu ke hilir
Membawa cerita di setiap jejak, setiap bencah yang dilalui
Air tetaplah air, juga tubuh manusia tetaplah tubuh manusia
Menjadi alat sutradara kehidupan

Hidup laksana angin
Yang mengisi tempat satu ke tempat lain
Membawa partikel udara
Yang diperlukan jiwa untuk nyawa

Hidup menjadi sarana
Manusia menempatkan suka atau derita sesuai kehendak-Nya
Mentari, air, angin kelengkapan akhir
Manusia di dunia adalah ketentuan-nya
Kehendak, angan-angan, duka, gembira
Tak dapat diingkarinya

Hidup serbaneka kicau burung di halaman
Hidup bak gemericik air menyentuh bebatuan sungai
Hidup itu asap yang meliputi hutan terbakar
Hidup pintu kematian

Semarang, 2014.

- Nia Samsihono, seorang penyair dan birokrat, puisi-puisinya terhimpun dalam ' Antologi Puisi Perempuan Langit ' (war)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...