19 October 2019

Puisi: Makanan Sampah

MAKANAN SAMPAH

Mengeluhkan perutnya yang melilit,
di sepertengah hari,
saat aktifitas belajar masih sangat khas beraneka tugas.

Merasakan mual, terasa pusing, dan keringat dingin.

Ada apa denganmu?
Terlihat jari-jarinya,
masih ternoda,
oleh merah sumringah,
hasil zat pewarna.

Oh..
Ada yang bergegas,
meraih sebotol minyak penghangat,
 atau melumuri lambungnya dengan air hangat kuku.

Hmm..
sebuah solusi,
lima menit saja.

Tapi, taukah esok hari?
Nama dan sosok yang sama,
masih membelanjakan jajanan yang serupa.

Apa pendapatmu?
Menggumam dan menggelengpun sulit,
ini fakta.
Apa yang dikonsumsi,
seringkali,
tak lebih dari sekadar mengunyah,
melenturkan lidah,
menyumpal yang tadinya kemerucuk.

Siapa yang salah?
Adakah?
Betapa sulitnya,
 menemukan kenikmatan yang sehat,
dari menukar koin lima ratus rupiah.

*Anis Fuadah Zuhri

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...