18 July 2019

Puisi : Jalur Gaza dan Ode Buat Gaza

Jalur Gaza

suara ledakan bom terdengar di mana-mana.
kebiadaban Sang Dajjal membumihanguskan Palestina.
perkampungan-perkampungan luluh-lantak.
rumah-rumah rata dengan tanah.
mayat-mayat perempuan tua dan anak-anak,
seperti boneka-boneka tanpa lengan dan kepala.
tanah merah kesumba membasahi jazirah para nabi.
di sini tak ada lagi Sulaeman,
di sini tak ada lagi Ibrahim,
di sini tak ada lagi Musa,
di sini tak ada lagi Isa,
di sini tak ada lagi Tuhan,
dan di sini yang ada hanya dendam dan air mata,
yang mengkristal di jalan-jalan yang berdebu.

Jakarta, 2014

 

Ode Buat Gaza

aku tak lihat burung-burung yang berloncatan dari kawat listrik ke kawat listrik.
aku lihat rudal-rudal yang dipantulkan dari Israel.
Palestina sebuah negeri yang dijanjikan oleh Tuhan itu, kini dipenuhi oleh nyala api dan asap hitam.
pasar-pasar dan perkampungan-perkampungan terbakar di udara.
mayat-mayat berjatuhan sepanjang Jalur Gaza.
sayup-sayup aku dengar seorang bocah menyanyikan Song for Gaza:

* " kalian bisa membakar masjid kami, rumah kami dan sekolah kami.
tapi semangat kami tidak akan pernah mati. kami tidak akan menyerah.
di Gaza malam ini".

* sebuah lirik yang dinyanyikan oleh Michael Heart.

Jakarta, 2014.

-Giyanto Subagio, penyair terlibat aktif pada kegiatan seni dan budaya di Komunitas Planet Senen. Buku Puisinya 'Kasidah Bayang-Bayang' telah terbit. (warche/Kfts)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...