26 April 2019

Puisi : Jalan Pulang

Jalan Pulang
Utk : Nh

sudah aku kemas semua juga tentang mimpi
kota bukan tempatku lagi, bukan!
dan desa setia menanti

bertahun kucoba taklukan kota
sia-sia

kau terlalu perkasa
aku tetap papa malahan nista

kemilaunya pernah membuatmu silau
dan tinggalkan kebun juga ladang
kau tahu itu cuma fatamorgana, tipu daya

rambutmu semula hitam
kini beruban
lenganmu yang legam
kini telah buyutan

masihkah kau bimbang
dan langkah kakimu gamang
coba simak kembali bisikan ilalang
kau akan melangkah pasti dan temukan
jalan pulang

Jakarta, 2014.

 

Pulang I

bukan kesibukan yang membuatku tak bisa pulang
seharian aku merenung dan memandangi langit, menghitung mega-mega
merajut mimpi jingga di cakrawala
hanya sesekali menulis puisi dan basa-basi yang aku rasa

aku bayangkan lapang luas pesawahan terhampar dan kecipak air kali
aku berlarian di pematang mencari belut dan keong juga siput
menunggu waktu berbuka dan makan yang tersedia

saat ini aku tinggal di kota, sepi yang ada terhimpit gedung-gedung menjulang tinggi
aku terlempar, tercerabut hingga akar dan susah untuk kembali apalagi memulai

Jakarta,2014.

-Warih W Subekti, saat ini tengah menekuni berkebun di ladang puisi. (war/konfrontasi)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...