14 November 2019

Puisi : Foto Itu Masih Kusimpan

KONFRONTASI--Puisi 'Foto itu Masih Kusimpan' saya tulis di akun fesbuk dan tidak saya sadari ini mendapat banyak tanggapan dan disukai pembaca, saya belakangan ini banyak menulis puisi sebab tak banyak yang bisa saya lakukan kecuali menulis dan menulis dan puisi menjadi saluran bagi ekspresi saya menghadapi dan menanggapi keadaan dan carut marut negeri ini. (Warih W Subekti)

Foto Itu Masih Kusimpan

Kau ingat waktu kita bolos sekolah
lalu kita berdua berboncengan sepeda menuju Pantai Glagah
kala itu kita masih sekolah menegah, tak tahu sejak peristiwa itu
aku selalu merindukanmu dan fotomu selalu kusimpan satu tempat dengan KTPku

bila sekarang aku mengenang serasa lucu, bahkan naif terkadang
aku seolah menjadi Galih dan engkau seolah Ratna
itu film yang beberapa kali kita tonton bersama

di sebuah perbukitan yang indah Geger Menjangan namanya
pada batu kita tulis nama dan janji setia, kau bisikkan sesuatu dan matamu berkaca-kaca

kau kuliah di Jogja,aku gagal jadi taruna dan merantau ke jakarta jadi buruh pabrik yang gajinya tak seberapa
aku terima surat darimu, bahwa kau telah dijodohkan oleh orang tuamu
dan kau hilang dari kehidupanku, sejak itu tak ada lagi perempuan dalam kehidupanku
hingga sekarang, hingga ajal kujelang....

Jakarta, 2014.

-Warih W Subekti, Penyair dan Pengamat Sosial Kemasyarakatan. Saat Ini berkarya dan bekerja di Jakarta. (War/Kfns)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...