18 July 2019

Puisi: Es Krim

Es Krim

Lelaki;
tak ditakdirkan,
tuk sering meneteskan air mata.

Lelaki;
dilahirkan,
tuk menjaga gengsinya,
sekadar berbagi rasa kesedihan yang melara.

Lelaki;
seseorang yang berjuang keras,
menutupi ketakutan mengintai.

Lelaki;
seringkali seakan tak peduli,
padahal seabrek malunya,
jika mungkin terdeteksi.

Lelaki;
itu katanya,
pemilik kelebihan dibanding  makhluk sebelahnya,
bernama perempuan.

Bernama perempuan,
yang terkadang menjadi musuh bebuyutan,
pun teman baik selamanya.

Bernama perempuan,
lebih banyak bicara,
pun pintar tawar-menawarnya.

Bernama perempuan;
tetesan air mata,
meleburkan beban menggelayut,
juga sebentuk ekspresi sedih-sukanya.

Bernama perempuan;
mencairkan satu hingga dua luka yang mendidih di hati,
duduk seorang diri,
melahap sebatang es krim,
sembari sesekali sesenggukan.

Terlihat tak masuk akal;
terkadang terbilang kelemahan,
tapi,
jika sempat menyadarinya,
itulah keuntungan yang dititahkan Tuhan,
tuk makhluk,
bernama perempuan.

Jika dikatakan perbedaan, lelaki-perempuan.

*Anis Fuadah Zuhri

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...