7 December 2019

Puisi : Di Tepi Danau Toba

KONFRONTASI-Saya tak mampu menolak permintaan seorang kawan seorang aktifis yang juga seorang seniman dan penggiat seni, sastra dan budaya di Sumatra Utara yang telah melanglang buana dengan Komunitas Teaternya ke Eropa, dia ( John Fawer Siahaan ) meminta saya menulis puisi untuk di terbitkan dalam bentuk ' Antologi Puisi Danau Toba ' puisi di bawah ini adalah respon yang saya berikan menjawab tantangan yang diberikan sahabat saya itu, Sekian dan terimakasih. ( Warih W Subekti )

Di Tepi Danau Toba
Untuk : JFS

Di tepi danau toba
riak kecipak air genit,centil dan menggoda
kenangan masa kanak-kanak dengan perahu kertas
melompat-lompat datang memaksa

ah,...usia secepat kilat melesat
aku sudah di titik yang jauh setengah abad
tak tahu berapa perahu-perahu kertas kulepas

dan cintaku tak terbalas ....
air danau tiba-tiba berbuncah dan hatiku kembali bergairah
melihat kilau wajahmu ranum dengan senyum dikulum tersembul

dari balik air telaga, mataku berkaca-kaca..
akhirnya cinta yang lama kudamba memberi isyarat dan tanda

Jakarta, 2014.

 

LEGENDA DANAU TOBA
Untuk : JFS

Orang-orang datang, orang-orang pergi
terus berulang, silih berganti

apa yang kau cari, apa yang kau dapati
air danau itu tak berubah seperti dulu
saat kau ucapkan janji padaku ...

walau setelah itu, tak kutahu lagi keberadaanmu
lupakah kau pada janjimu
lupakah kau padaku

aku kembali ke danau bertanya pada air yang mencatat janjimu
masihkah kau simpan janji itu
dan kau peram di kedalaman telaga sanubariku

yang kau yakini kan berbuah cinta
dan kita berdua kan melaluinya, hingga kita meniada

sia-sia air danau tak menyimpan janji kita dan kau juga menghianatinya
dan aku kembali pada ujud semula

Jakarta, 2014.

-Penulis Warih W Subekti, Orang biasa yang menjalani kehidupan dengan bersahaja, dengan kredo ' Urip mung mampir ngombe' . (war)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...