19 September 2019

Puisi Dewi Nurhalizah : Perempuan Sunyi

Perempuan Sunyi

jelang dini dan wangi pagi,
perempuan tergolek cumbui sunyi
dicobanya bangkit singkapkan wingit, tak mampu
menyisih repih dan serpih
langit-langit kamar mengejek sinis
apa yang kau cari perempuan?

waktu tak henti ditepis
dan helai uban mengintip di selah hitam rambut pelipis
perempuan berbaring mengeja ingin, tak ditemuinya
serat bertapis dibaca berkali
tak menemu arti
silir angin dini di ujung malam
menerpa lembut dan membungkam
senyap menggodam dada, nyeri

perempuan jemput pagi yang janjikan hangat mentari
pembaringan lusuh simpan semua rusuh
menatap dan tersenyum,
rambutnya mulai rontok ada
di antara masai seprai
banyak kisah yang kelak diungkap,
biarlah serupa daun di akhir musim
terberai dalam diam

semribit lembut kemuning,
hening

malang, 022015.

____________________________________________________________

Dewi Nurhalizah, saat ini tinggal di Malang, mengelola 'Warung Sarwo Seni Kasil' terlibat berbagai acara seni budaya di kotanya, buku kumpulan puisi ' Perempuan dan Matanya' telah terbit dan diulas oleh seorang akademisi dan dibukukan dalam 'Buku Kritik Sastra'. (Kf)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...