24 May 2019

Puisi Denny JA: Air Matamu Ibu

Air Matamu Ibu Denny JA Lama aku terpana Menatap air mata Beberapa tetes saja Di ujung mata Ada apa Ibu? Lembut kutanya dari kalbu Tak kuharap kata Karena kau lama tak lagi bicara Tak kuharap gerak tangan Karena tanganmu lama tak bergerak Kutunggu hanya tanda Isyarat saja Dari hati ke hati Tahunan sudah kau di kursi roda Walau sudah renta, mata masih bertenaga Walau tak lagi berkata, mata masih bicara Awalnya aku menduga Kau ingin bertanya Hal besar seperti biasa Seperti saat dulu Kau dongengkan aku Tentang matahari di puncak bukit Kau tumbuhkan api di hatiku Untuk terus mengejar "Ayo nak, takdirmu menangkap matahari" Akupun panjang lebar bercerita Tentang gunung yang sudah kudaki Tentang laut yang sudah kuselami Tentang langit yang sudah kusentuh Tentang dunia yang begitu berubah Kau tetap diam saja ibu Hanya merespon dengan air mata Ada apa ibu? Apakah bukan itu yang kau ingin dengar? Kau menjawab dengan air mata, ibu Kembali menetes di ujung mata Ketika kuseka Air matamu menjelma samudera Aku menjelama kapas Tenggelam dalam samudera Hening yang dalam Memberi pengertian Ya ibu Aku paham Ternyata kau hanya rindu sebuah masa Ketika kau mengajariku aku pakai sepatu baru Lalu kau antar aku ke gerbang sekolah Pertama kali lepas dari pandangmu Aku berlari menangis mengejarmu Tak mau pisah darimu Tersenyum kau peluk aku Kau katakan usiaku sudah lima tahun aku harus tumbuh Kau rindu masa itu ibu Ya aku juga rindu Bercengkerama denganmu seperti dulu Kembali kau teteskan air mata Kembali kuseka air matamu Tapi kini dengan air mataku Selam menyelam air mata kita Tanpa kata Penuh makna 15 Jan 2017
Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...